
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Derby panas Portugal antara SL Benfica dan FC Porto kembali menghadirkan drama. Pertandingan bertajuk O Classico yang digelar di Estadio da Luz, Senin (9/3/2026) dini hari WIB, berakhir imbang 2-2, namun tensinya tak berhenti di lapangan.
Porto sempat unggul dua gol lebih dulu di babak pertama lewat aksi Victor Froholdt pada menit ke-10 dan Oskar Pietuszewski pada menit ke-40. Namun Benfica bangkit di babak kedua melalui gol Andreas Schjelderup pada menit ke-69 dan Leandro Barreiro yang menyamakan skor menjelang akhir laga.
Di tengah upaya Benfica mengejar ketertinggalan, pelatih mereka, Jose Mourinho, justru harus meninggalkan bangku cadangan lebih cepat setelah diganjar kartu merah. Wasit keempat melaporkan bahwa Mourinho menendang botol ke arah bench Porto.
Situasi semakin panas ketika Mourinho sempat bersitegang dengan staf kepelatihan Porto, Lucho Gonzalez. Pelatih yang dijuluki The Special One itu terlihat menunjukkan gestur tangan seolah menilai lawannya terlalu banyak bicara.
Usai pertandingan, Mourinho mengungkapkan kemarahannya karena merasa diserang secara pribadi setelah disebut sebagai pengkhianat.
Ia menegaskan bahwa kariernya di berbagai klub merupakan bagian dari profesionalisme sebagai pelatih. Mourinho juga mengingatkan bahwa dirinya pernah memberikan kontribusi besar untuk Porto sebelum melanjutkan karier ke klub-klub besar Eropa.
Sebagai catatan, Mourinho pernah menorehkan sejarah bersama Porto dengan meraih treble winner, termasuk menjuarai UEFA Champions League yang mengangkat namanya ke panggung sepak bola dunia.
(MG7)
Editor : Davin
Sumber : detiksport.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































