Houthi Apresiasi Pengangkatan Mojtaba Khamenei, Sebut Iran Raih Kemenangan Baru

Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei putra kedua Ali Khamenei. Foto: NurPhoto/Getty Images

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kelompok bersenjata Houthi movement di Yaman menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Penunjukan tersebut terjadi setelah wafatnya ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran.

Dilaporkan kantor berita Agence France-Presse (AFP), Senin (9/3/2026), kelompok Houthi menilai pengangkatan Mojtaba Khamenei menjadi momentum penting di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui kanal Telegram resminya, Houthi mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Iran atas terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin baru Revolusi Islam.

Advertisement
Baca Juga :  Mantan Pemain Sinetron Misteri Gunung Merapi Sandy Permana Tewas Ditikam

“Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinannya, dan rakyatnya atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini,” tulis pernyataan tersebut.

Disebut Pukulan bagi Musuh Iran

Houthi juga menyebut pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai kemenangan baru bagi Revolusi Islam Iran. Menurut kelompok tersebut, kepemimpinan baru ini menjadi pukulan bagi pihak-pihak yang selama ini memusuhi Iran.

Penunjukan Mojtaba Khamenei sendiri dilakukan oleh Assembly of Experts atau Majelis Pakar Iran. Sebelumnya, namanya memang telah lama disebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menggantikan posisi ayahnya.

Baca Juga :  Percepat Pemulihan Pascabanjir, Pemerintah Bangun Huntara di Padang

Israel Beri Ancaman

Di sisi lain, pemerintah Israel menegaskan akan terus memantau perkembangan kepemimpinan baru di Iran. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan menyampaikan ancaman keras terhadap siapa pun yang memimpin Iran jika tetap melanjutkan kebijakan yang dianggap mengancam negaranya.

Menurut Katz, setiap pemimpin Iran yang dinilai melanjutkan agenda permusuhan terhadap Israel dan sekutunya akan menjadi target militer.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, terutama di tengah konflik yang melibatkan Iran, Israel, serta sekutu masing-masing di Timur Tengah.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel