TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik ketajaman Erling Haaland di lapangan hijau, pola makan sang penyerang Manchester City dan Timnas Norwegia ikut menjadi perhatian publik. Diet yang dijalaninya, dikenal sebagai diet viking atau ancestral diet, ramai dibahas karena disebut berperan dalam menjaga kekuatan fisik, kecepatan, dan daya tahan tubuhnya.
Haaland dikabarkan mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari untuk memenuhi kebutuhan energi sebagai atlet elite. Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa pola makan tersebut dirancang khusus sesuai beban latihan profesional sehingga tidak bisa diterapkan begitu saja oleh masyarakat umum.
Mengutamakan Makanan Alami
Mengutip berbagai sumber, diet Haaland berfokus pada konsumsi makanan utuh (whole foods) yang minim proses pengolahan. Ia menghindari makanan ultra-proses, gula tambahan, minyak nabati tertentu, serta bahan aditif buatan.
Sebagai gantinya, menu hariannya didominasi protein berkualitas tinggi, lemak sehat, serta makanan yang kaya vitamin dan mineral alami. Pola makan seperti ini diyakini membantu mempercepat pemulihan otot, menjaga kesehatan pencernaan, sekaligus mengurangi peradangan setelah latihan maupun pertandingan.
Selain memperhatikan makanan, Haaland juga menjaga kualitas tidur, mengatur jadwal makan secara konsisten, mengonsumsi air minum yang telah disaring, dan rutin mendapatkan paparan sinar matahari pagi untuk membantu menjaga ritme sirkadian tubuh.
Tiga Pilar Diet Haaland
Pola makan Haaland memiliki beberapa komponen utama yang menjadi fondasi kesehariannya.
- Organ hewan kaya nutrisi
Salah satu menu yang paling sering dikonsumsi adalah hati dan jantung sapi. Organ tersebut mengandung zat besi, vitamin B kompleks, vitamin A, seng (zinc), hingga koenzim Q10 yang berperan dalam produksi energi dan pembentukan sel darah merah.
Bagi atlet dengan intensitas latihan tinggi, nutrisi tersebut membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mendukung proses pemulihan otot.
- Air berkualitas dan sinar matahari pagi
Selain menjaga asupan makanan, Haaland juga memberi perhatian khusus pada hidrasi. Ia memilih air yang telah melalui proses penyaringan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Kebiasaan itu dipadukan dengan paparan sinar matahari di pagi hari yang dipercaya membantu mengatur jam biologis tubuh, meningkatkan kualitas tidur, serta mendukung produksi hormon yang berpengaruh terhadap performa fisik.
- Susu mentah dan makanan minim olahan
Haaland juga disebut mengonsumsi susu mentah (raw milk) bersama berbagai makanan alami yang tidak banyak diproses. Kombinasi tersebut menjadi sumber kalori, protein, dan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi hariannya yang sangat tinggi.
Namun, konsumsi susu mentah masih menjadi perdebatan di kalangan medis karena berpotensi mengandung bakteri berbahaya apabila tidak diproses secara higienis.
Tidak Cocok untuk Semua Orang
Meski menarik perhatian, para ahli menegaskan bahwa pola makan Haaland belum tentu aman atau sesuai bagi masyarakat umum. Kebutuhan energi atlet profesional dapat mencapai dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan orang dewasa yang beraktivitas normal.
Mengonsumsi makanan tinggi kalori tanpa diimbangi aktivitas fisik yang sebanding justru dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan serta gangguan metabolisme.
Bagi kebanyakan orang, pendekatan yang lebih realistis adalah memperbanyak konsumsi makanan utuh, memenuhi kebutuhan protein harian, memperbanyak sayur dan buah, membatasi makanan ultra-proses, serta menjaga pola makan secara teratur.
Diet viking yang dijalani Erling Haaland menunjukkan pentingnya nutrisi dalam mendukung performa atlet kelas dunia. Namun, pola makan terbaik tetaplah yang disesuaikan dengan kebutuhan energi, kondisi kesehatan, dan gaya hidup masing-masing individu.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































