Lahan Menyusut Tinggal 15 Persen, Pemerintah Siapkan Restorasi Besar Tesso Nilo

Tesso Nilo
Dalam kunjungannya ke TN Tesso Nilo, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni langsung melakukan kegiatan penanaman untuk mendukung proses restorasi. Foto: Kemenhut

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kabut pagi menyelimuti hamparan hijau Taman Nasional Tesso Nilo, salah satu benteng terakhir bagi gajah sumatera. Namun di balik keheningan itu tersimpan krisis. Perambahan berkepanjangan telah menyusutkan habitat gajah secara drastis. Pemerintah kini bergerak memulihkan kawasan yang dulu membentang luas dan menjadi jalur jelajah kawanan gajah Domang dan kelompoknya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung Tesso Nilo dan mengungkap rangkaian strategi pemulihan.

“Proses restorasi terus berjalan. Kami berupaya memastikan gajah Domang dan kawan-kawannya dapat hidup aman di alam liar,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Advertisement

Dari luas asli sekitar 83 ribu hektare, kini hanya tersisa sekitar 12.561 hektare, kurang dari 15 persen. Kawasan yang rusak berubah menjadi kebun sawit, memicu konflik ketika gajah keluar mencari makan dan memasuki area permukiman.

Baca Juga :  Rekomendasi 10 Event Liburan Sekolah Seru di Jakarta hingga Makassar Mulai 21 Juni

Catatan kematian ratusan gajah sejak 2004 hingga 2013 menjadi alarm keras yang tak lagi bisa diabaikan.

Pemerintah menetapkan empat agenda besar untuk mengembalikan wajah Tesso Nilo:

1. Restorasi Bertahap Menuju 80 Ribu Hektare

Pemulihan dimulai di area 31 ribu hektare, mengacu pada SK penetapan resmi TNTN seluas 81.793 hektare. Dari luasan itu, sekitar 511 hektare sudah dikerjakan dan akan diperluas dengan penanaman tambahan 7 ribu hektare di kawasan inti.

2. Instruksi Presiden dan Gerak Satgas PKH

Presiden Prabowo Subianto menugaskan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) memastikan Tesso Nilo kembali menjadi habitat yang layak bagi gajah sumatera. Mandat ini sudah berjalan lima bulan terakhir dan dipusatkan pada penertiban kawasan yang telah lama dirambah.

Baca Juga :  Korea Selatan Tampilkan Ragam K-Food di SIAL Interfood Jakarta 2025, Amankan 18 MOU dan Kontrak 14,53 Juta Dolar AS

3. Relokasi Penduduk Secara Damai dan Persuasif

Restorasi tidak hanya bicara penanaman. Pemerintah juga akan memindahkan 394 kepala keluarga pada Desember 2025 ke wilayah baru yang sah dan telah disiapkan. Proses relokasi dilakukan musyawarah, memastikan warga tidak lagi bermukim di zona inti taman nasional.

4. Dorongan Warga dan Gerakan Sosial

Tagar #SaveTessoNilo menggema di media sosial, menjadi bukti dukungan publik terhadap upaya penyelamatan habitat ini.

“Dalam 5–6 bulan terakhir kami bekerja keras. Dukungan masyarakat memberi energi tambahan bagi kami,” kata Antoni.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel