Ratusan Warga Israel Demo di Kediaman Netanyahu, Tuntut Gencatan Senjata

Netanyahu
Ratusan orang menggelar demonstrasi di depan kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Rabu (17/9) malam. (foto: REUTERS/Ammar Awad)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ratusan massa kembali memenuhi jalanan di depan kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, Rabu (17/9/2025) malam. Di antara mereka, tampak keluarga para warga Israel yang masih ditawan Hamas.

Suara tangisan, poster-poster berisi seruan gencatan senjata, hingga teriakan tuntutan mewarnai malam yang penuh emosi itu.

Menurut laporan Al Jazeera, para demonstran memprotes keras sikap Netanyahu yang terus menolak gencatan senjata. Mereka khawatir kebijakan untuk melanjutkan serangan justru mengancam keselamatan para sandera di Gaza.

Advertisement

“Setiap bom yang dijatuhkan bisa berarti mengorbankan nyawa orang-orang yang kami cintai,” ujar salah satu kerabat sandera yang hadir dalam aksi tersebut.

Baca Juga :  Serangan Udara Israel Hantam Gaza Utara, 5 Warga Tewas Termasuk 3 Anak

Aksi protes di Yerusalem bukanlah yang pertama. Selama beberapa malam terakhir, ribuan orang terus berdatangan, menuntut perubahan kebijakan di tengah meningkatnya serangan di Kota Gaza.

Di lapangan, situasi kian memburuk. Militer Israel telah mengerahkan tank, mobil lapis baja kendali jarak jauh, hingga bahan peledak ke jantung Kota Gaza sebagai bagian dari invasi darat yang diperkirakan berlangsung berbulan-bulan.

Avichay Adraee, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), menyebut Israel membuka jalur keluar sementara bagi warga Palestina, namun hanya berlaku 48 jam.

Di balik deru tank dan ledakan bom, angka korban terus bertambah. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 65 ribu jiwa tewas dan 165 ribu lainnya terluka sejak serangan dimulai pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga :  Kapal Bantuan Gaza Diserbu Israel, Indonesia dan 12 Negara Bersuara Keras

PBB pun mengonfirmasi adanya krisis kelaparan, dengan sedikitnya 154 orang meninggal akibat malnutrisi termasuk 31 anak-anak.

Sementara itu, sejak 2 Maret Israel menutup total perlintasan Gaza, membuat truk bantuan pangan dan medis terhenti di perbatasan. Kondisi ini menambah penderitaan warga yang sudah lama terjebak dalam kepungan.

Demonstrasi di Yerusalem menjadi simbol perlawanan lain: suara rakyat Israel yang menolak jalan kekerasan, bersanding dengan jeritan warga Gaza yang setiap hari berjuang untuk bertahan hidup.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel