Hasan Nasbi Resmi Lengser, Prabowo Tarik Garis Baru Komunikasi Pemerintah

Hasan Nasbi
Hasan Nasbi. (Foto : Instagram/@hasan_nasbi)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Babak panjang tarik-ulur nasib Hasan Nasbi di lingkaran Istana akhirnya berakhir. Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikannya dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO). Posisinya kini digantikan oleh Angga Raka Prabowo, yang sekaligus dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BKP)—lembaga baru hasil transformasi dari PCO.

Pengumuman itu dibacakan langsung di Istana Negara, Rabu (17/9/2025).

“Memberhentikan dengan hormat, Hasan Nasbi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan,” demikian bunyi keputusan yang menandai berakhirnya perjalanan Hasan di kursi PCO.

Advertisement

Drama Pengunduran Diri

Kisah Hasan di PCO memang penuh drama. April 2025, ia tiba-tiba mengumumkan pengunduran diri lewat unggahan di akun Instagram @totalpolitikcom.

“Pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba. Surat pengunduran diri saya tandatangani dan saya kirimkan kepada presiden melalui dua orang sahabat baik saya, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet,” tulisnya kala itu.

Ia menegaskan keputusan mundur tersebut bukan karena emosi, melainkan hasil perenungan panjang.

Baca Juga :  Seskab Ungkap Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan dan Rusia

“Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi keluar lapangan dan duduk di kursi penonton, memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan,” katanya.

“Jadi ini bukan keputusan yang tiba-tiba dan bukan keputusan yang emosional. Ini rasanya adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang, dan demi kebaikan komunikasi pemerintah yang akan datang.”

Namun, beberapa minggu berselang, Hasan justru kembali ke Istana. Pada 5 Mei 2025, ia hadir di sidang kabinet paripurna, bahkan disapa singkat oleh Presiden dengan sapaan “hei.” Sehari kemudian, Hasan memastikan batal mundur.

“Per hari ini saya kembali berkantor di PCO,” ujarnya.

Ia menambahkan, Prabowo hanya berpesan agar dirinya memperbaiki pola komunikasi yang kerap dikritik.

“Hal-hal yang perlu diperbaiki, segera diperbaiki. Hal-hal yang belum baik di masa lalu kemudian akan diperbaiki dan harus diperbaiki,” katanya.

Kontroversi dan Sentilan Presiden

Nama Hasan beberapa kali terseret sorotan publik. Salah satunya saat ia menanggapi aksi teror kepala babi yang dikirimkan kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana. Alih-alih mengecam, ia berkelakar,

Baca Juga :  Prabowo Siapkan 288 Ribu Smart Screen, Apa dan Seberapa Canggih Teknologi Ini?

“sudah dimasak saja, sudah dimasak saja.”

Ucapan itu menuai kritik karena dianggap tidak sensitif. Meski Hasan meminta masalah itu tidak dibesar-besarkan dan menegaskan komitmen pemerintah terhadap kebebasan pers, Presiden Prabowo sendiri sempat menegur.

“Tapi, benar itu ucapan yang menurut saya teledor, itu ya keliru. Ya, saya kira beliau menyesal,” kata Prabowo, sembari meminta maaf atas buruknya pola komunikasi pemerintah.

Akhir Sebuah Episode

Kini, dengan penunjukan Angga Raka Prabowo sebagai Kepala BKP, Hasan benar-benar menepi dari panggung utama. Drama mundur-batal mundur yang sempat berulang kali mewarnai kisahnya, akhirnya ditutup dengan pencopotan resmi.

Bagi publik, perjalanan Hasan menjadi potret rumitnya dinamika komunikasi politik di lingkar kekuasaan. Sedangkan bagi Hasan sendiri, seperti ucapannya beberapa bulan lalu, mungkin inilah saatnya ia “duduk di kursi penonton.”

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel