
TIMETODAY.ID, DALI — Rabu (17/9/2025) sore, jalanan di ibu kota Dili berubah menjadi panggung protes besar. Lebih dari 2.000 demonstran, mayoritas mahasiswa, berbondong-bondong menuju gedung Parlemen Nasional.
Mereka membawa satu tuntutan jelas: menolak rencana pengadaan 65 unit mobil SUV Toyota Prado untuk anggota parlemen dengan nilai anggaran mencapai US$4,2 juta.
Di depan gedung parlemen, suasana cepat memanas. Ban-ban dibakar, asap hitam mengepul ke langit, sementara sebuah kendaraan pemerintah ikut jadi sasaran amarah massa. Batu beterbangan, dilemparkan ke arah aparat kepolisian.
Polisi merespons dengan gas air mata yang membuat kerumunan buyar sesaat, meski gelombang protes kembali merapat tak lama kemudian.
Awalnya, protes hanya soal mobil dinas mewah. Namun, suara massa berkembang, meluas ke isu lain, tunjangan dan pensiun seumur hidup bagi mantan anggota parlemen yang dinilai tidak adil di tengah kondisi ekonomi rakyat.
Aksi ini bukan sekali datang dan bubar. Sejak Senin pekan ini, gelombang demonstrasi terus bergulir. Ironisnya, partai-partai politik yang kini meminta parlemen membatalkan rencana pembelian mobil, sebelumnya ikut menyetujui anggaran 2025 yang memuat dana tersebut.
Bagi para mahasiswa, turun ke jalan adalah bentuk perlawanan terhadap simbol kesenjangan. Bagi parlemen, demonstrasi ini menjadi cermin kemarahan rakyat atas keputusan yang dianggap tak berpihak.
Di Dili, bara ban yang terbakar hari itu seolah menjadi gambaran kekecewaan rakyat: marah pada kemewahan yang justru lahir dari uang mereka sendiri.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































