TIMETODAY.ID, JAKARTA — Puluhan anggota DPR dari Partai Demokrat di Amerika Serikat mulai mendorong pemerintahan Donald Trump untuk mengakhiri kebijakan lama terkait program nuklir Israel. Mereka meminta pemerintah AS secara terbuka mengakui keberadaan senjata nuklir Israel yang selama puluhan tahun menjadi rahasia sensitif dalam geopolitik Timur Tengah.
Lebih dari 30 legislator Demokrat diketahui mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang juga menjabat penasihat keamanan nasional. Dalam surat tersebut, mereka menilai pendekatan “tidak mengakui dan tidak menyangkal” soal arsenal nuklir Israel sudah tidak relevan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, khususnya konflik yang melibatkan Iran.
“Kita pada dasarnya berada dalam situasi berperang berdampingan dengan negara yang program senjata nuklirnya secara resmi masih ditolak oleh pemerintah Amerika Serikat,” tulis para anggota DPR dalam surat tersebut.
Mereka memperingatkan risiko salah kalkulasi dan eskalasi nuklir di Timur Tengah kini semakin nyata. Karena itu, Kongres dinilai perlu mengetahui secara jelas keseimbangan kekuatan nuklir di kawasan beserta langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah AS.
Sorotan juga diarahkan pada fasilitas nuklir di Dimona yang sejak lama disebut sebagai pusat pengembangan program nuklir Israel. Para legislator mempertanyakan apakah fasilitas tersebut masih memproduksi bahan fisil seperti plutonium untuk kebutuhan persenjataan nuklir.
Selain aspek keamanan, para anggota DPR menilai kebijakan ambiguitas Washington turut melemahkan upaya nonproliferasi nuklir di kawasan. Mereka menyebut negara-negara seperti Iran maupun Arab Saudi akan sulit mempercayai komitmen internasional terkait pengendalian senjata apabila program nuklir Israel terus diselimuti kerahasiaan.
Dalam surat itu, para legislator turut mengutip sejumlah bukti publik yang selama ini menguatkan dugaan kepemilikan senjata nuklir Israel. Salah satunya adalah pengungkapan oleh Mordechai Vanunu pada 1986, serta laporan intelijen AS sejak era 1970-an yang disebut telah menyimpulkan Israel memiliki arsenal nuklir.
Pernyataan mantan Menteri Pertahanan AS Robert Gates yang pernah secara terbuka menyinggung keberadaan senjata nuklir Israel juga kembali menjadi perhatian.
Tak hanya meminta pengakuan resmi, para politisi Demokrat turut mendesak Gedung Putih membuka informasi terkait jumlah hulu ledak nuklir Israel, sistem peluncur yang digunakan, hingga doktrin penggunaan senjata tersebut.
Desakan itu menjadi tekanan politik terbaru terhadap Washington untuk membuka salah satu isu paling sensitif dalam peta keamanan Timur Tengah yang selama beberapa dekade diselimuti kebijakan ambigu.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































