Kesaksian Warga Ungkap Detik-detik Banjir Datang Mendadak di Bogor

banjir
Banjir setinggi 1,5 hingga 2 meter menerjang Kampung Cicerewet, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (11/2/2026). Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR –  Banjir setinggi 1,5 hingga 2 meter menerjang Kampung Cicerewet, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (11/2/2026). Air datang mendadak setelah Kali Sarapati meluap akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu sejak siang.

Salah satu warga, Diah, mengatakan tidak sempat menyelamatkan barang-barang di rumahnya. Saat hendak naik ke lantai atas untuk membereskan perabot, air sudah lebih dulu masuk dan meninggi dengan cepat.

“Awalnya tidak tahu ada banjir. Mau naik ke atas buat beres-beres, air sudah masuk. Tidak keburu. Airnya langsung meluap,” kata Diah dikutip dari beritasatu.com, Kamis (12/2/2026).

Advertisement

Menurutnya, derasnya arus membuat sebagian tembok rumah warga jebol. Perabotan, termasuk kasur, terseret air. Ia mengaku panik ketika air terus meninggi dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Gelombang Protes Eropa Usai Israel Cegat Armada Kemanusiaan Gaza

“Airnya besar sekali, sampai tembok jebol. Kasur dan perabotan kebawa semua. Saya takut, sampai nangis,” ujarnya.

Diah menyebut banjir di wilayah itu bukan kali pertama terjadi. Ia menduga penyempitan aliran sungai akibat pembangunan di sekitar kawasan membuat air lebih cepat meluap saat hujan deras turun.

“Dahulu airnya besar, kalau hujan mengalir normal. Sekarang seperti ada penyempitan, jadi cepat meluap,” kata dia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menerima laporan banjir sekitar pukul 16.30 WIB. Staf Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, mengatakan tim langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.

“Air menggenangi rumah dengan ketinggian bervariasi, antara 1,5 meter sampai 2 meter,” kata Jalaludin.

Data sementara BPBD mencatat 68 keluarga atau 90 jiwa terdampak di Kampung Cicerewet. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hingga malam, air berangsur surut dan petugas bersama warga membersihkan lumpur serta material sisa banjir. Akses jalan utama dilaporkan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga :  Pelaku Vandalisme Bangunan Cagar Budaya Terancam 15 Tahun Penjara

Banjir juga terjadi di Desa Bojong Koneng. Di salah satu kawasan perumahan, sebuah mobil Toyota Avanza yang terparkir dilaporkan terseret arus. Tidak ada korban dalam kejadian itu, namun kendaraan mengalami kerusakan pada bagian kaca belakang dan bodi samping.

BPBD menduga banjir dipicu luapan sungai di sekitar permukiman, diperparah intensitas hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil akibat aktivitas pembangunan. Petugas masih berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lanjutan.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel