Jejak Sejarah dan Spiritualitas Masjid An Nur Empang Bogor

Masjid An Nur Empang
Masjid An Nur Empang, Bogor, Jawa Barat.

TIMETODAY.ID, BOGORMasjid An Nur Empang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Keramat Empang, merupakan salah satu warisan sejarah Islam yang memiliki nilai spiritual tinggi di Kota Bogor.

Terletak di Jalan Lolongok, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi ziarah yang ramai dikunjungi, baik oleh masyarakat lokal maupun mancanegara.

Sejarah panjang masjid ini tidak bisa dipisahkan dari sosok Abdullah bin Mukhsin Al Athas, seorang ulama besar asal Tarim, Yaman, yang menjadi pendirinya.

Advertisement

Masjid An Nur Empang didirikan pada tahun 1318 Hijriyah, dengan desain dan struktur yang terinspirasi langsung dari masjid serupa di Tarim, Yaman.

Masjid An Nur Empang
Jadwal imsakiyah Kota Bogor

Kehadiran Abdullah bin Mukhsin Al Athas ke Indonesia dengan membawa ilmu agama yang mendalam mendorong banyak masyarakat untuk berguru kepadanya.

Dalam perjalanannya, banyak murid-murid beliau yang kelak menjadi ulama terkemuka di berbagai wilayah.

Keberadaan Masjid An Nur tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi simbol keberkahan, sehingga menarik perhatian banyak peziarah.

Baca Juga :  Melihat Keseruan Warga Bogor Tangkap 2.500 Ikan Mas Gratis di Sungai Ciliwung

Salah satu daya tarik utama masjid ini adalah makam Abdullah bin Mukhsin Al Athas yang terletak dekat dengan masjid, tempat di mana banyak peziarah datang untuk berdoa dan mencari berkah.

Meskipun Abdullah bin Mukhsin Al Athas telah wafat pada tahun 1351 Hijriyah, namanya tetap hidup di hati umat Muslim, dan keberadaan makam beliau menjadi salah satu tujuan utama para peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Sejak awal, Masjid An Nur telah menjadi pusat spiritual yang ramai dikunjungi, terutama pada bulan-bulan menjelang puasa dan liburan.

Sebelum pandemi Covid-19, masjid ini bahkan dipenuhi oleh jutaan peziarah setiap harinya, terutama pada bulan-bulan yang penuh berkah tersebut. Meskipun jumlah peziarah menurun drastis akibat pandemi, Masjid An Nur tetap menjadi tempat ziarah yang penuh makna.

Masjid ini juga dikenal sebagai tempat yang sering dikunjungi oleh tokoh-tokoh penting, baik dari tingkat pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Banyak pejabat, termasuk mereka yang memiliki ambisi besar, datang ke masjid ini untuk memohon doa dan restu. Bahkan, Presiden Republik Indonesia dan calon-calon pejabat publik sering mengunjungi Masjid An Nur dan makam Abdullah bin Mukhsin Al Athas untuk memperoleh berkah dan mendapatkan dukungan spiritual.

Baca Juga :  Puasa Senin-Kamis Jadi Bekal Raden Edi Suryadi Menuju Mekkah

Pengelolaan Masjid An Nur ini dilakukan secara turun-temurun oleh keluarga Abdullah bin Mukhsin Al Athas. Saat ini, masjid ini dikelola oleh keturunan ketujuh, Khalifah Abdullah bin Husein bin Abdullah bin Mukhsin Al Athas.

Sebagai pengurus utama, keluarga ini tidak hanya menjaga keberlanjutan operasional masjid tetapi juga merawat makam dan peninggalan-peninggalan bersejarah lainnya yang berkaitan dengan perjuangan dan kehidupan sang ulama besar.

Walaupun tidak secara resmi ditetapkan sebagai cagar budaya, Masjid An Nur telah dikenal luas sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi.

Keberadaannya di tengah-tengah masyarakat Bogor, baik sebagai tempat ibadah maupun tempat ziarah, menjadikan masjid ini sebagai salah satu ikon penting dalam perjalanan sejarah Islam di Indonesia. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel