
TIMETODAY.ID, BOGOR – Penanganan persoalan sampah di Indonesia dinilai tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah. Investor sekaligus anggota Komunitas Bumi Bebas Sampah asal Mesir, Omar Galal Kamil, menilai perubahan perilaku masyarakat harus berjalan seiring dengan upaya pemerintah agar pencemaran lingkungan, terutama di sungai, dapat dikendalikan.
Pandangan itu disampaikan Omar saat mengikuti aksi bersih Sungai Ciliwung yang Pemerintah Kota Bogor. Menurut dia, kondisi sungai saat ini mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
”Saya melihat masih banyak orang yang belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya sampah. Kondisi sungai menunjukkan tingkat pencemaran yang sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Omar kepada timetoday.id, Sabtu (18/7/2026).
Ia menilai kegiatan bersih sungai merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Namun, aksi semacam itu perlu dilakukan secara berkelanjutan dan diiringi edukasi agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Omar menegaskan, penyelesaian persoalan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Menurut dia, pemerintah dan masyarakat harus memiliki komitmen yang sama dalam mencari solusi agar persoalan sampah tidak terus berulang.
”Saya berharap masyarakat di Bogor dan seluruh Indonesia semakin sadar terhadap bahaya sampah. Bukan hanya masyarakat, tetapi juga pemerintah harus bangun dan mencari solusi bersama,” katanya.
Sebagai perbandingan, Omar mengatakan Mesir memiliki sejumlah pendekatan dalam mengelola sampah organik yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Menurut dia, setiap negara memiliki metode berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni mengurangi timbulan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui kolaborasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Omar mengaku telah menetap di Indonesia selama sekitar dua tahun. Sebelum pindah ke Indonesia, ia menempuh pendidikan selama dua tahun di Malaysia. Selain berinvestasi di sektor pariwisata, ia juga bekerja secara daring.
Selama tinggal di Indonesia, Omar mengaku bergabung dengan Komunitas Bumi Bebas Sampah setelah melihat kepedulian komunitas tersebut terhadap pelestarian lingkungan. Keterlibatan itu, kata dia, mengubah cara pandangnya tentang makna kesuksesan.
”Saya menemukan komunitas yang luar biasa. Sekarang misi hidup saya bukan hanya menjadi orang yang sukses, tetapi juga membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik dibandingkan hari sebelumnya,” tuntas Omar.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































