5 Ide Kegiatan Libur Sekolah yang Bikin Anak Betah Belajar dan Bermain

Libur sekolah
ilustrasi menemani anak bermain. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Libur sekolah identik dengan waktu bermain dan bersantai bagi anak-anak. Setelah berbulan-bulan disibukkan dengan kegiatan belajar di kelas, masa liburan menjadi kesempatan untuk beristirahat sekaligus mengeksplorasi berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Namun, tanpa kegiatan yang terencana, anak berisiko menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar gawai atau televisi. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan suasana liburan yang tetap menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan agar libur sekolah lebih bermakna.

Advertisement

1. Buat jadwal harian yang tetap fleksibel

Memberikan kebebasan kepada anak saat liburan memang penting, tetapi bukan berarti mereka tidak memiliki rutinitas sama sekali. Jadwal sederhana dapat membantu anak mengatur waktu dengan lebih baik sehingga hari-harinya tidak hanya dihabiskan untuk bermain gim atau menonton video.

Orang tua dapat menyusun agenda harian yang berisi waktu bermain, membaca buku, berolahraga, membantu pekerjaan rumah, hingga waktu istirahat. Agar lebih menyenangkan, libatkan anak dalam menentukan kegiatan yang ingin dilakukan sehingga mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap jadwal tersebut.

2. Ajak anak mencoba kegiatan kreatif

Masa liburan juga menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan kreativitas anak melalui berbagai aktivitas sederhana. Misalnya menggambar, melukis, membuat kerajinan tangan, memasak, berkebun, atau melakukan eksperimen sains sederhana di rumah.

Baca Juga :  5 Cara Seru Menjadi Teman Bermain Anak-Anak Favorit

Selain mengisi waktu luang, kegiatan tersebut dapat melatih kemampuan berpikir kreatif, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mengasah kemampuan memecahkan masalah.

Menariknya, aktivitas kreatif tidak selalu membutuhkan biaya mahal. Barang-barang bekas seperti kardus, botol plastik, kertas, maupun bahan alami di sekitar rumah dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik.

3. Luangkan waktu bermain di luar rumah

Mengajak anak beraktivitas di ruang terbuka memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Orang tua tidak harus mengajak anak berlibur ke tempat wisata yang jauh.

Berjalan santai di taman, bersepeda, mengunjungi kebun raya, bermain di halaman rumah, atau mengamati tanaman dan serangga sudah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

Selain memperkenalkan anak pada lingkungan sekitar, aktivitas di luar ruangan juga membantu meningkatkan kebugaran tubuh dan kemampuan bersosialisasi.

UNICEF mengutip rekomendasi WHO yang menyebutkan anak usia satu hingga empat tahun sebaiknya melakukan aktivitas fisik sedikitnya tiga jam setiap hari. Sementara anak usia lima hingga 17 tahun dianjurkan beraktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat selama minimal 60 menit setiap hari.

4. Libatkan anak mengerjakan aktivitas rumah

Libur sekolah juga bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan berbagai keterampilan hidup. Orang tua dapat mengajak anak membantu menyiapkan makanan, menyiram tanaman, merapikan kamar, mencuci kendaraan, atau menemani saat berbelanja kebutuhan rumah.

Baca Juga :  UNICEF Kecam Penembakan 2 Pengemudi Truk Air di Gaza Utara

Kegiatan sederhana tersebut mengajarkan anak mengenai tanggung jawab sekaligus membangun kemandirian sejak dini. Anak juga akan merasa lebih percaya diri ketika berhasil menyelesaikan tugas yang sesuai dengan usianya.

5. Perbanyak waktu berkualitas bersama keluarga

Di tengah kesibukan sekolah dan pekerjaan, waktu bersama keluarga sering kali menjadi terbatas. Karena itu, libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Tidak perlu aktivitas yang mahal. Makan bersama tanpa gangguan gawai, bermain permainan keluarga, membaca buku bersama, menonton film, atau mengobrol sebelum tidur sudah cukup untuk menciptakan momen yang berkesan.

Psikolog senior Elisa Bronfman, Ph.D., dalam Psychology Today menjelaskan bahwa interaksi penuh kasih sayang antara orang tua dan anak berperan penting dalam membangun hubungan yang positif sekaligus membantu menjaga kesehatan mental anak.

Dengan perencanaan yang sederhana, libur sekolah tidak hanya menjadi waktu untuk bersenang-senang, tetapi juga kesempatan bagi anak untuk belajar hal baru, mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan hidup, serta mempererat ikatan dengan keluarga. Pengalaman seperti inilah yang kerap menjadi kenangan berharga bagi anak hingga mereka dewasa.***

Editor : Syafira

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel