TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi sebagian orang, transit pesawat hanyalah jeda sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi akhir. Namun, di balik waktu tunggu tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tidak berubah menjadi pengalaman yang merepotkan. Terutama bagi penumpang yang baru pertama kali terbang, proses transit sering kali menjadi momen yang membingungkan karena harus berpindah ke penerbangan berikutnya dalam waktu terbatas.
Kurangnya persiapan saat transit dapat meningkatkan risiko terlambat menuju penerbangan lanjutan. Mulai dari salah memperkirakan waktu hingga tidak memahami prosedur di bandara, berbagai kesalahan sederhana dapat berdampak pada kelancaran perjalanan.
Berikut lima kesalahan yang kerap dilakukan saat transit pesawat.
- Salah memperkirakan durasi transit
Sebagian penumpang memilih jadwal transit yang terlalu singkat demi mendapatkan harga tiket lebih murah. Padahal, waktu yang terbatas bisa menjadi masalah jika harus berpindah terminal atau menghadapi antrean pemeriksaan.
Di sisi lain, transit yang terlalu lama juga kurang ideal karena dapat membuat penumpang kelelahan menunggu, terutama di bandara dengan fasilitas yang terbatas. Karena itu, memilih durasi transit yang proporsional menjadi langkah penting sebelum membeli tiket.
- Tidak mengecek terminal dan gate keberangkatan
Banyak penumpang menganggap penerbangan lanjutan akan berangkat dari terminal yang sama. Faktanya, sejumlah bandara memiliki beberapa terminal yang terpisah sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk berpindah.
Selain itu, nomor gate juga dapat berubah sewaktu-waktu. Penumpang disarankan rutin memantau layar informasi penerbangan setibanya di bandara transit agar tidak salah tujuan atau terlambat naik pesawat.
- Mengabaikan prosedur keamanan dan imigrasi
Setiap bandara memiliki aturan transit yang berbeda. Di beberapa negara, penumpang diwajibkan melewati pemeriksaan keamanan tambahan atau proses imigrasi sebelum melanjutkan penerbangan.
Jika prosedur tersebut tidak diperhitungkan sejak awal, waktu transit yang semula terasa cukup bisa menjadi sangat terbatas. Kondisi ini semakin berisiko ketika antrean pemeriksaan sedang padat.
- Tidak memahami mekanisme bagasi
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengira bagasi akan otomatis dipindahkan ke penerbangan berikutnya. Padahal, proses penanganan bagasi bergantung pada maskapai dan jenis tiket yang digunakan.
Dalam beberapa kondisi, penumpang harus mengambil bagasi terlebih dahulu, kemudian melakukan check-in ulang sebelum melanjutkan perjalanan. Oleh karena itu, informasi mengenai sistem bagasi sebaiknya dipastikan sejak sebelum keberangkatan.
- Terlalu menikmati waktu transit hingga lupa jadwal boarding
Waktu transit kerap dimanfaatkan untuk makan, berbelanja, atau beristirahat. Namun, terlalu larut menikmati waktu luang dapat membuat penumpang kehilangan perhatian terhadap jadwal keberangkatan.
Perlu diingat, proses boarding umumnya dimulai jauh sebelum pesawat lepas landas. Memasang alarm atau pengingat di ponsel dapat membantu menghindari risiko terlambat menuju gate.
Meski terlihat sederhana, transit merupakan bagian penting dalam perjalanan udara yang membutuhkan perencanaan matang. Dengan memahami alur transit dan menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, penumpang dapat menjalani perjalanan dengan lebih nyaman sekaligus meminimalkan risiko tertinggal penerbangan lanjutan.***
Editor : Syafira
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































