Sering Minum Wedang Jahe Saat Demam? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

jahe
ilustrasi wedang jahe. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Saat demam atau tubuh mulai terasa kurang fit, banyak orang memilih minum wedang jahe hangat untuk membantu meredakan keluhan. Sensasi hangat yang ditimbulkan membuat jahe dipercaya mampu mengatasi masuk angin, flu, hingga demam ringan.

Lantas, apakah jahe memang dapat menurunkan demam? Jawabannya, jahe berpotensi membantu meredakan demam ringan, tetapi bukan sebagai pengganti obat penurun panas maupun penanganan medis jika kondisi memburuk.

Kandungan jahe yang berperan meredakan peradangan

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jahe memiliki senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone. Ketiga zat ini dikenal memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, serta membantu mengatur respons sistem kekebalan tubuh.

Advertisement

Gingerol, yang menjadi senyawa utama pada jahe segar, diketahui dapat menghambat proses peradangan dengan menekan pembentukan prostaglandin, yaitu zat yang berperan meningkatkan suhu tubuh saat terjadi infeksi atau peradangan.

Ketika produksi prostaglandin berkurang, respons peradangan pun dapat mereda sehingga suhu tubuh berpotensi ikut menurun.

Baca Juga :  Nikmati Kehangatan Jahe: 5 Resep Minuman Alami yang Bermanfaat

Temuan serupa juga diperlihatkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Studi tersebut menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah mampu membantu menurunkan suhu tubuh pada hewan uji yang mengalami demam. Efek ini diduga berkaitan dengan kemampuan gingerol dalam menghambat pembentukan prostaglandin sekaligus mengurangi peradangan.

Cara terbaik mengonsumsi jahe

Dalam berbagai penelitian maupun praktik pengobatan tradisional, jahe lebih sering dikonsumsi dalam bentuk minuman hangat daripada dimakan mentah.

Saat dipanaskan, sebagian kandungan gingerol akan berubah menjadi shogaol, senyawa yang juga memiliki aktivitas antiinflamasi cukup kuat. Karena itu, jahe umumnya diolah menjadi wedang jahe, teh jahe, atau dipadukan dengan madu dan lemon.

Cara membuatnya pun cukup mudah:

  • Geprek atau iris tipis jahe segar.
  • Rebus atau seduh dengan air panas selama beberapa menit.
  • Minum selagi hangat.

Selain memperoleh manfaat dari senyawa aktif jahe, minuman hangat juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan memberikan rasa nyaman saat sedang demam atau flu. Penambahan madu sering dilakukan untuk membantu meredakan tenggorokan yang terasa tidak nyaman sekaligus memperbaiki cita rasa.

Baca Juga :  Jungkook BTS Akui Sedang Belajar Mencintai dan Merawat Diri Sendiri, Fokus pada Self-Care dan Musik Baru

Tetap konsumsi secukupnya

Meski memiliki berbagai manfaat, jahe tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Beberapa penelitian menyebut konsumsi jahe dalam jumlah besar dapat memicu gangguan pencernaan, seperti nyeri ulu hati (heartburn), mual, sakit perut, hingga diare pada sebagian orang.

Karena itu, jahe sebaiknya dimanfaatkan sebagai pendamping untuk membantu meredakan gejala ringan, bukan sebagai pengganti obat atau terapi utama.

Kapan harus ke dokter?

Apabila demam tidak kunjung turun, berlangsung lebih dari beberapa hari, mencapai suhu tinggi, atau disertai gejala seperti sesak napas, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, kejang, atau tanda infeksi serius lainnya, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pada kondisi tersebut, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab demam dan mendapatkan penanganan yang tepat.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel