Jangan Sembarangan Memijat Bayi, Teknik Salah Bisa Berisiko Cedera

memijat bayi
Ilustrasi memijat bayi. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sentuhan lembut saat memijat bayi kerap dipercaya menjadi cara sederhana untuk menenangkan si kecil. Banyak orang tua meyakini pijatan dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak, merasa rileks, bahkan mendukung tumbuh kembangnya.

Namun di balik manfaat tersebut, para ahli medis mengingatkan bahwa pijat bayi tidak boleh dilakukan secara asal. Teknik yang keliru justru dapat menimbulkan risiko pada tubuh bayi yang masih sangat sensitif.

Secara medis, pijat bayi memang memiliki banyak manfaat jika dilakukan dengan tepat. Mulai dari membantu relaksasi, mendukung kenaikan berat badan, meredakan ketidaknyamanan tertentu, hingga mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Advertisement

Meski demikian, manfaat tersebut hanya bisa diperoleh bila pijatan dilakukan dengan sentuhan lembut, konsisten, dan disesuaikan dengan kondisi bayi.

Tubuh bayi yang masih dalam tahap perkembangan menjadi alasan utama mengapa pijatan tidak boleh dilakukan sembarangan. Struktur tulang, sendi, otot, hingga lapisan kulit bayi jauh lebih rapuh dibandingkan orang dewasa.

Baca Juga :  Link Download Logo Hari Santri 2024, Lengkap dengan Makna dan Filosofinya

Pedoman dari American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa pijatan sebaiknya diberikan dengan tekanan yang cukup terasa, tetapi tetap lembut dan tidak berlebihan.

Tekanan yang terlalu kuat dapat meningkatkan risiko cedera. Dalam sejumlah laporan medis, praktik pijat tradisional yang terlalu keras bahkan dikaitkan dengan kasus cedera serius seperti patah tulang pada bayi.

Artinya, bukan aktivitas pijatnya yang berbahaya, melainkan teknik yang salah saat melakukannya.

Perhatikan Waktu yang Tepat

Selain teknik, waktu memijat juga menjadi faktor penting. Pedoman medis dari Cambridge University Hospitals menyebut bayi tidak disarankan dipijat ketika sedang tidur, lapar, menangis, demam, atau mengalami infeksi.

Dalam kondisi tersebut, tubuh bayi sedang tidak siap menerima stimulasi tambahan. Memaksakan pijatan justru bisa membuat bayi semakin tidak nyaman.

Baca Juga :  Kronologi Penemuan Dua Bayi dalam Freezer yang Mengguncang Warga Prancis Timur

Orang tua dianjurkan memperhatikan respons si kecil. Jika bayi terlihat tenang, menikmati sentuhan, atau menunjukkan ekspresi rileks, pijatan bisa dilanjutkan. Sebaliknya, bila bayi tampak gelisah, menangis, atau menolak sentuhan, pijatan sebaiknya segera dihentikan.

Belajar dari Ahlinya

Berbagai penelitian menunjukkan pijat bayi dapat membantu mengurangi nyeri, mendukung pertambahan berat badan, membantu penanganan penyakit kuning, serta memberi dampak positif pada perkembangan dan bonding orang tua dengan bayi.

Namun para peneliti juga mengingatkan bahwa laporan terkait efek samping masih terbatas, sehingga kehati-hatian tetap menjadi hal utama.

Bagi orang tua yang masih ragu, mempelajari teknik pijat bayi dari tenaga kesehatan atau terapis bersertifikat menjadi langkah paling aman agar manfaatnya benar-benar dirasakan tanpa menimbulkan risiko bagi buah hati.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel