TIMETODAY.ID, JAKARTA — Penyanyi pop dunia Britney Spears kembali menjadi sorotan setelah menghadapi kasus hukum di Amerika Serikat. Ia didakwa melakukan pelanggaran ringan terkait dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan di negara bagian California.
Jaksa di Ventura County mengajukan satu dakwaan misdemeanor atas insiden yang terjadi pada Maret 2026. Kasus ini bermula dari laporan mengenai sebuah mobil BMW hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi dan dikemudikan secara tidak stabil di jalur US 101, wilayah California Selatan.
Petugas dari California Highway Patrol kemudian menghentikan kendaraan tersebut dan menemukan indikasi gangguan pada pengemudinya.
Menurut pihak kejaksaan, pelantun lagu Toxic itu diduga mengemudi di bawah pengaruh kombinasi alkohol dan obat tertentu. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 4 Mei 2026, meski Britney tidak diwajibkan hadir secara langsung karena kasusnya tergolong ringan.
Pihak perwakilan Britney menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan serius. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan komitmen sang artis untuk menjalani proses hukum sekaligus memperbaiki kondisi pribadinya.
“Ini adalah tindakan yang sepenuhnya tidak bisa dibenarkan. Britney berkomitmen mengikuti proses hukum dan mengambil langkah untuk pemulihan,” demikian pernyataan perwakilannya.
Tak lama setelah penangkapan, Britney dilaporkan memilih menjalani rehabilitasi secara sukarela pada April 2026.
Langkah ini disebut sebagai upaya untuk mengatasi dugaan penyalahgunaan zat sekaligus memulihkan kesehatan mental dan fisiknya.
Sejumlah laporan media di Amerika menyebut kondisinya kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Sumber terdekat menyebut Britney lebih fokus menjaga kesehatan serta rutin menjalani konseling.
“Dia sekarang lebih fokus pada pemulihan dan menjaga kesehatannya ke depan,” ujar sumber tersebut.
Kasus ini menambah daftar perjalanan hidup Britney yang kerap menjadi perhatian publik. Setelah lepas dari konservatori selama 13 tahun pada 2021, ia sempat merilis memoar The Woman in Me pada 2023 yang menjadi best seller.
Pada 2025, ia juga dilaporkan menjual katalog musiknya dengan nilai mencapai sekitar 200 juta dolar AS.
Di tengah dinamika tersebut, publik kini menantikan bagaimana proses hukum dan pemulihan yang dijalani Britney akan berlanjut dalam waktu dekat.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































