Tragedi Pasukan Perdamaian, PBB Kutuk Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon

TNI
Sekjen PBB Antonio Guterres. Foto: REUTERS/Denis Balibouse/File Photo Purchase Licensing Rights

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Duka kembali menyelimuti misi perdamaian dunia. Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa atas wafatnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia (31), yang tergabung dalam pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Dalam pernyataan resminya, Guterres mengaku sangat berduka atas meninggalnya penjaga perdamaian asal Indonesia tersebut, yang sebelumnya mengalami luka serius akibat serangan di wilayah Lebanon selatan.

Ia menyebut, berdasarkan temuan awal UNIFIL, insiden terjadi ketika proyektil artileri yang ditembakkan dari tank militer Israel menghantam posisi pasukan penjaga perdamaian pada Maret lalu.

Advertisement

“Saya sangat sedih mengetahui seorang penjaga perdamaian Indonesia meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya setelah insiden tersebut,” ujar Guterres.

Baca Juga :  Gelombang Aksi dan Suasana Mencekam, Kapolri Tegaskan Proses Hukum Jalan Cepat

Selain menyampaikan simpati kepada keluarga korban, Guterres juga mendoakan para personel lain yang masih menjalani perawatan agar segera pulih. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan.

“Belasungkawa terdalam untuk keluarga, rekan, dan sahabat korban. Saya juga berharap mereka yang terluka dapat pulih sepenuhnya. Serangan-serangan seperti ini harus dihentikan,” tegasnya.

Data PBB mencatat, hingga kini sedikitnya enam personel UNIFIL tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka serius di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara kelompok Hizbullah dan militer Israel.

Sementara itu, pihak UNIFIL sebelumnya mengonfirmasi bahwa Praka Rico Pramudia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Beirut. Ia mengalami luka parah akibat ledakan proyektil yang menghantam pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret.

Baca Juga :  51 Kapal Perang dan Atraksi Udara Warnai Perayaan HUT ke-80 TNI

UNIFIL turut menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban, TNI, serta pemerintah dan masyarakat Indonesia atas kehilangan tersebut.

Insiden ini menambah daftar panjang korban dari Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Tercatat, sedikitnya empat prajurit TNI gugur dalam rangkaian serangan yang terjadi sejak akhir Maret, termasuk dalam insiden ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di wilayah selatan Lebanon.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik, sekaligus memperkuat desakan internasional agar kekerasan segera dihentikan demi melindungi warga sipil dan personel kemanusiaan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel