TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Bogor masih berpotensi mengalami hujan meskipun telah memasuki musim kemarau 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh anomali iklim serta karakteristik geografis Bogor yang khas.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra, menjelaskan bahwa Bogor termasuk dalam zona musim tipe 1, yakni wilayah yang batas antara musim hujan dan musim kemarau tidak tampak jelas.
“Untuk Bogor sendiri masuk zona musim tipe 1, artinya antara musim hujan dan kemarau batasnya tidak jelas, karena hampir tiap bulan selalu dapat hujan,” ujar Hadi saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).
Kondisi tersebut berbeda dengan wilayah lain, seperti kawasan pantai utara (pantura) Jawa, yang mengalami musim kemarau secara lebih tegas tanpa curah hujan yang berarti.
“Bogor masih dapat hujan tiap bulannya, berbeda dengan wilayah lainnya seperti pantura, pas kemarau ya tidak ada hujan,” kata Hadi.
Hadi menambahkan, saat ini Bogor masih berada dalam masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Curah hujan di wilayah ini cenderung merata sepanjang tahun, meski intensitasnya dapat berubah sewaktu-waktu.
Anomali iklim El Nino yang terjadi tahun ini turut memengaruhi pola cuaca di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Merespons kondisi tersebut, BMKG mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Bogor untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu, khususnya selama masa transisi berlangsung.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































