Kali Cikaret Kembali Dikepung Sampah, Beratnya Capai 60 Ton

Kali Cikaret
Sebuah alat berat ekskavator mengangkat tumpukan sampah dari aliran Kali Cikaret di Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (24/2/2026). Sedikitnya 60 ton sampah liar dievakuasi dalam operasi pembersihan yang melibatkan DLH, TNI, Polri, dan unsur kecamatan guna mencegah risiko banjir akibat penyumbatan aliran sungai. Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGORKali Cikaret di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kembali dikepung tumpukan sampah liar dengan total berat mencapai sekitar 60 ton. Sampah yang mengendap di aliran sungai tersebut dievakuasi dalam operasi pembersihan yang digelar Selasa (24/2/2026).

Kepala Sub Bagian UPT Pengelolaan Sampah Wilayah I Cibinong, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Maman Daud, mengatakan penumpukan sampah di Kali Cikaret terjadi secara rutin akibat aktivitas pembuangan liar.

“Setiap lima bulan sekali pasti ada penumpukan sampah akibat pembuang sampah liar yang mengendap di Kali Cikaret ini,” ujar Maman.

Advertisement
Baca Juga :  Polisi Beberkan Motif Kasus Pencungkilan Mata di Gunung Putri

Pembersihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan melibatkan unsur Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, pihak kecamatan, serta masyarakat setempat. Mengingat volume sampah cukup besar, proses pengangkutan menggunakan alat berat ekskavator.

Sebanyak 12 unit kendaraan operasional dikerahkan untuk mengangkut sampah, didukung sopir, pengawas lapangan, dan personel kebersihan.

“Ini sampah yang diangkat sekarang diprediksi sekitar 60 ton,” kata Maman.

Sementara itu, Camat Cibinong, Acep Sajidin mengatakan sebelumnya pembersihan dilakukan di Kelurahan Nanggewer dan dilanjutkan di Kelurahan Harapan Jaya, termasuk di aliran Kali Cikaret.

Baca Juga :  Garuda Muda Timnas Indonesia Tumbang dari Filipina, Indra Sjafri Akui Performa Tak Sesuai Harapan

Menurut Acep, tumpukan sampah di aliran tersebut berpotensi memicu banjir karena arus air mengarah ke bawah rel kereta. Jika saluran tersumbat, air dapat meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Kalau tersumbat otomatis air berbalik dan banjir. Setelah dibersihkan, air akan lancar sampai ujungnya di Situ Cilodong,” ujar Acep.

Ia berharap pembersihan ini membuat aliran air kembali normal sehingga risiko banjir di wilayah tersebut dapat ditekan.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel