Dampak Konflik AS-Iran, Malaysia Siaga Hadapi Potensi Kelangkaan BBM

Malaysia
ilustrasi pengisian bahan bakar minyak. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Malaysia mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan muncul pada pertengahan tahun ini. Situasi tersebut dipicu ketegangan geopolitik global, terutama konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada rantai pasok energi dunia.

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, menyebut periode Juni hingga Juli 2026 sebagai fase krusial dalam menjaga ketersediaan energi nasional.

“Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis dalam memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia,” ujarnya.

Advertisement

Selain BBM, pemerintah juga menaruh perhatian pada pasokan bahan baku turunan minyak dan gas yang penting bagi sektor industri, termasuk farmasi dan alat kesehatan. Stabilitas pasokan dinilai menjadi kunci untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Baca Juga :  Awal November, Pengendara Bernapas Lega: BP dan Shell Turunkan Harga BBM

Peringatan serupa sebelumnya disampaikan Perdana Menteri Anwar Ibrahim yang menilai dampak ketidakpastian global bisa mulai terasa pada Juni mendatang. Hal ini sekaligus menegaskan kerentanan negara tersebut terhadap fluktuasi pasokan energi internasional.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi saat ini masih terkendali. Pasokan BBM untuk April hingga Mei disebut berada dalam posisi aman, sementara langkah antisipasi terus disiapkan untuk menghadapi potensi tekanan pada bulan-bulan berikutnya.

Wakil Menteri Perdagangan Dalam Negeri Malaysia, Fuziah Salleh, menegaskan bahwa stok bahan bakar nasional masih mencukupi.

“Saya ingin menekankan bahwa posisi pasokan bahan bakar negara masih stabil dan mencukupi,” katanya.

Baca Juga :  Hadapi Ancaman Krisis BBM, Prabowo Dorong Kajian WFH dan Pemangkasan Hari Kerja

Di tengah meningkatnya permintaan di sejumlah wilayah yang sempat memicu gangguan distribusi di beberapa SPBU, pemerintah bergerak cepat melakukan pemulihan pasokan.

Sementara itu, perusahaan energi nasional Petroliam Nasional Berhad (Petronas) membantah laporan terkait ekspor solar ke luar negeri. Perusahaan menegaskan fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan domestik.

“Prioritas kami adalah memastikan pasokan bahan bakar yang andal dan berkelanjutan untuk Malaysia,” demikian pernyataan perusahaan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa gejolak geopolitik global tidak hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk energi.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel