Erupsi Semalaman di Gunung Ile Lewotolok, Lava Luncur 200 Meter dari Kawah

Gunung Ile Lewotolok
Gunung Ile Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi pada Kamis malam, 9 April 2026. Foto: PVMBG

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok kembali meningkat. Gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut itu dilaporkan mengalami serangkaian erupsi sepanjang Kamis malam (9/4/2026), disertai aliran lava yang meluncur hingga ratusan meter dari kawah.

Petugas Pos Pengamatan Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, mengungkapkan bahwa letusan terjadi sebanyak 14 kali dengan tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 200 meter. Asap yang teramati berwarna putih hingga kelabu, menandakan material vulkanik yang terus dimuntahkan dari perut gunung.

“Teramati 14 kali letusan dengan amplitudo berkisar 13,6 hingga 38,9 milimeter dan durasi antara 40 sampai 47 detik. Aliran lava mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sekitar 200 meter dari bibir kawah,” ujar Stanislaus dalam keterangannya, dikutip dari detikBali, Jumat (10/4/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Berenang di Sungai Ciliwung, Bocah di Bogor Ditemukan Tewas

Tak hanya letusan, aktivitas seismik juga terpantau cukup intens. Tercatat 86 kali embusan, 53 gempa tektonik lokal, satu gempa yang dirasakan, serta dua gempa tektonik jauh. Meski demikian, status gunung masih berada pada Level II atau Waspada.

Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Potensi bahaya berupa guguran lava hingga awan panas diperkirakan dapat terjadi di sejumlah sektor, terutama bagian selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

Baca Juga :  Aktivitas Semeru Meningkat, Kolom Abu Membumbung Hingga Ribuan Meter

Warga yang bermukim di sekitar kawasan juga diimbau untuk menggunakan masker dan pelindung diri guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Selain itu, tempat penampungan air bersih disarankan ditutup untuk mencegah kontaminasi.

Pihak pengamatan gunung api juga menekankan pentingnya koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan otoritas terkait seperti Pos Pengamatan Ile Lewotolok di Desa Laranwutun maupun instansi vulkanologi di Bandung, agar informasi terbaru mengenai aktivitas gunung dapat terus dipantau secara akurat.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel