Baru Diumumkan Trump, Gencatan Senjata Israel-Lebanon Langsung Dilanggar

Gencatan senjata
Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Jumat dini hari, 17 April waktu setempat. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang mulai berlaku Jumat (17/4/2026) dini hari waktu setempat langsung diuji. Di tengah harapan meredanya konflik, laporan di lapangan justru menunjukkan serangan masih terjadi sesaat setelah kesepakatan diberlakukan.

Kesepakatan penghentian sementara konflik ini sebelumnya diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai bagian dari upaya menghentikan pertempuran yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memicu krisis kemanusiaan besar.

Gencatan senjata tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Kamis (16/4/2026) pukul 17.00 waktu AS atau Jumat pagi WIB, dengan durasi awal 10 hari sebagai langkah menuju negosiasi damai yang lebih permanen.

Advertisement

Namun, hanya beberapa menit setelah waktu pemberlakuan, militer Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan artileri di wilayah Lebanon selatan, termasuk di Kota Khiam dan Debbine. Serangan bahkan disebut masih berlangsung hingga sekitar setengah jam setelah gencatan senjata dimulai.

Baca Juga :  Bukan Turki, AS Tunjuk Pakistan Jadi Penengah Konflik dengan Iran

Selain artileri, aktivitas militer juga terpantau di udara. Drone Israel dilaporkan terbang intensif di kawasan Rashaya hingga lereng barat Gunung Hermon, menambah ketegangan di tengah situasi yang seharusnya mereda.

Di sisi lain, intensitas serangan justru meningkat menjelang tenggat waktu gencatan senjata. Beberapa menit sebelum kesepakatan berlaku, jet tempur Israel menggempur sejumlah kota di Lebanon selatan. Militer Israel menyebut operasi itu menargetkan infrastruktur peluncur roket milik Hizbullah.

Baca Juga :  Trump dan Putin Siap Bertemu, Zelensky Kirim Peringatan Keras

Kelompok Hizbullah sendiri dilaporkan sempat meluncurkan roket balasan ke wilayah Israel, bahkan beberapa menit sebelum gencatan senjata resmi dimulai.

Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan tambahan akibat serangan pasca-gencatan senjata tersebut.

Situasi ini memperlihatkan rapuhnya kesepakatan damai yang baru saja dicapai. Sejumlah pihak bahkan telah mengingatkan bahwa gencatan senjata ini berpotensi mudah dilanggar jika tidak disertai komitmen kuat dari semua pihak yang terlibat.

Dengan kondisi di lapangan yang masih memanas, gencatan senjata ini menjadi ujian awal bagi upaya diplomasi internasional untuk menghentikan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel