TIMETODAY.ID, JAKARTA — Empat raksasa industri hiburan Korea Selatan, yakni SM Entertainment, JYP Entertainment, YG Entertainment, dan HYBE, resmi mengonfirmasi tengah menjajaki kerja sama strategis untuk memperluas pengaruh K-Pop ke pasar global.
Kolaborasi ini diarahkan pada pembentukan sebuah festival musik berskala internasional yang digadang-gadang mampu menyaingi Coachella. Proyek tersebut menjadi bagian dari inisiatif besar dalam mendorong ekspansi budaya populer Korea atau K-Culture ke panggung dunia.
Dalam pernyataan resminya, pihak JYP menyebutkan bahwa kerja sama ini masih dalam tahap awal, termasuk pembahasan model kemitraan antara sektor swasta dan pemerintah melalui Komite Pertukaran Budaya Populer.
“Kami sedang membahas strategi kemitraan publik-swasta untuk memperluas jangkauan global industri K-Culture,” demikian pernyataan perwakilan JYP Entertainment.
Lebih lanjut, keempat agensi juga tengah memproses pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola proyek festival bertajuk Fanomenon. Nama tersebut merupakan gabungan dari kata “fan” dan “phenomenon”, yang mencerminkan ambisi menghadirkan pengalaman musik berskala besar bagi penggemar di seluruh dunia.
Namun, proses menuju realisasi proyek ini masih panjang. Selain menyiapkan konsep bisnis, mereka juga harus melewati tahapan administratif dan regulasi, termasuk pengajuan ke otoritas persaingan usaha.
“Kami masih dalam tahap peninjauan awal, sehingga detail operasional dan struktur bisnis belum diputuskan,” lanjut pernyataan tersebut.
Gagasan Fanomenon sendiri sebelumnya telah diungkap oleh pendiri JYP Entertainment, Park Jin-young, yang juga menjabat sebagai ketua Komite Pertukaran Budaya Populer. Ia membayangkan sebuah festival global dengan venue khusus yang mampu mengangkat K-Pop ke level yang lebih luas dari sekadar konser biasa.
Meski membawa ambisi besar, rencana ini menuai beragam tanggapan dari publik Korea Selatan. Sejumlah netizen menilai festival semacam itu seharusnya digelar di dalam negeri guna menarik wisatawan internasional, alih-alih difokuskan pada ekspansi ke luar negeri.
“Lebih baik acara seperti itu diadakan di Korea agar turis datang ke sini,” tulis salah satu warganet.
“Kalau dilakukan di luar negeri, manfaatnya tidak akan sebesar jika digelar di Korea,” timpal lainnya.
Di tengah pro dan kontra tersebut, kolaborasi empat agensi besar ini tetap menjadi sinyal kuat bahwa industri K-Pop tengah memasuki fase baru—dari sekadar ekspor musik menjadi kekuatan budaya global yang terorganisir secara masif.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































