Upaya Amankan Jalur Minyak Dunia Gagal, Rusia-China Veto Resolusi PBB

PBB
Upaya Amankan Jalur Minyak Dunia Gagal, Rusia-China Veto Resolusi PBB. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya internasional untuk menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali menemui jalan buntu. Dewan Keamanan PBB gagal mengesahkan rancangan resolusi yang mendorong langkah kolektif demi menjamin kebebasan navigasi di kawasan vital tersebut.

Dalam pemungutan suara yang digelar Selasa (7/4/2026) waktu New York, dua anggota tetap, Rusia dan China, menggunakan hak veto mereka. Akibatnya, draf resolusi yang sebelumnya mendapat dukungan mayoritas tidak dapat diadopsi.

Draf yang diajukan oleh Bahrain itu sebenarnya memperoleh dukungan dari 11 negara anggota, sementara Kolombia dan Pakistan memilih abstain.

Advertisement
Baca Juga :  Pemuda Tegal Bersatu Deklarasikan Dukungan untuk Sufmi Dasco di Pilpres 2029

“Dewan gagal menjalankan tanggung jawabnya dalam merespons tindakan ilegal yang membutuhkan langkah tegas tanpa penundaan,” ujar Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani, usai pemungutan suara.

Sejak awal, rancangan resolusi tersebut telah menuai penolakan dari Iran. Teheran menegaskan otoritasnya atas Selat Hormuz, terutama setelah meningkatnya ketegangan menyusul serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel.

Isi draf resolusi menekankan pentingnya koordinasi antarnegara untuk menjaga keamanan jalur pelayaran, termasuk melalui pengawalan kapal tanker dan kapal dagang. Selain itu, negara-negara juga didorong untuk mencegah segala bentuk gangguan terhadap arus navigasi internasional.

Baca Juga :  Mahasiswa Magister ITB Hilang di Gunung Puntang, Tim Pencari Terus Menyisir Lokasi

Dokumen tersebut juga mengingatkan agar setiap langkah yang diambil tetap sejalan dengan hukum humaniter internasional, sekaligus menjamin hak negara lain untuk melintas secara aman tanpa hambatan.

Kegagalan ini mencerminkan masih tajamnya perbedaan kepentingan global di tengah meningkatnya tensi geopolitik. Di saat dunia bergantung pada kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz, keputusan politik di meja diplomasi justru belum mampu menghasilkan kesepakatan bersama.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel