Ilmuwan Berhasil Ciptakan Ginjal Universal, Bisa Ditransplantasi ke Semua Golongan Darah

ilmuwan
ilustrasi ginjal (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setelah lebih dari sepuluh tahun meneliti, sekelompok ilmuwan akhirnya berada di ambang terobosan besar dalam dunia transplantasi ginjal. Untuk pertama kalinya, para peneliti berhasil mentransfer ginjal dari pendonor dengan golongan darah berbeda kepada penerima sebuah langkah yang berpotensi menghapus batasan darah yang selama ini menjadi penghalang utama dalam proses transplantasi organ.

Dikutip dari Science Alert, tim gabungan dari Kanada dan China berhasil menciptakan apa yang mereka sebut sebagai ginjal “universal” — organ yang secara teori dapat diterima oleh pasien mana pun, tanpa memandang golongan darah.

Ginjal hasil uji coba ini bertahan dan berfungsi selama beberapa hari di dalam tubuh seorang penerima yang mengalami kematian otak, dengan izin keluarga untuk digunakan dalam penelitian.

Advertisement

“Ini pertama kalinya kami melihat hal ini terjadi pada model manusia,” ujar Stephen Withers, ahli biokimia dari Universitas British Columbia, Kanada, mengutip dari detik.com.

“Ini memberi kami wawasan berharga tentang cara meningkatkan hasil jangka panjang,” tambahnya.

Baca Juga :  Rahasia Mengolah Ikan Asin agar Lebih Sehat dan Tidak Terlalu Asin

Menghapus Batas Golongan Darah

Selama ini, pasien dengan golongan darah O menghadapi tantangan besar. Karena hanya bisa menerima ginjal dari pendonor dengan golongan darah yang sama, mereka sering menjadi yang paling lama menunggu. Padahal, ginjal dengan golongan darah O sebenarnya bisa digunakan untuk siapa pun — namun jumlahnya sangat terbatas.

Meski transplantasi lintas golongan darah sudah pernah dicoba, prosedurnya sangat rumit. Tubuh penerima harus “dilatih” agar tidak menolak organ baru, proses yang memakan waktu lama, biaya besar, dan risiko tinggi.

Penelitian terbaru ini mencoba jalan baru: mengubah ginjal tipe A menjadi tipe O. Tim ilmuwan menggunakan enzim khusus yang mampu menghapus molekul gula (antigen) penanda golongan darah A dari permukaan jaringan ginjal.

Withers menjelaskan, mereka membandingkan kerja enzim tersebut dengan “gunting molekuler” yang memotong rantai penanda darah.

“Ini seperti melepas cat merah dari mobil dan membuka lapisan primer netralnya,” kata Withers.

Baca Juga :  Berkedok Ibu Pengganti, Wanita Thailand Dijadikan Budak Sel Telur di Georgia

“Setelah itu, sistem kekebalan tubuh tidak lagi menganggap organ tersebut sebagai benda asing.”

Langkah Besar, Tapi Belum Selesai

Meski hasil awal menjanjikan, perjalanan menuju penerapan klinis masih panjang. Dalam uji coba, ginjal yang ditransplantasikan mulai menunjukkan tanda-tanda kembali ke golongan darah A pada hari ketiga. Tubuh penerima pun mulai memberikan respons imun alami terhadap organ tersebut.

Namun, bagi para ilmuwan, temuan ini tetap menjadi titik terang setelah bertahun-tahun riset dasar yang penuh ketidakpastian.

“Beginilah jadinya ketika ilmu pengetahuan dasar yang telah bertahun-tahun diterapkan akhirnya terhubung dengan perawatan pasien,” ujar Withers.
“Melihat temuan kami semakin mendekati dampak nyata di dunia nyata adalah hal yang membuat kami terus maju.”

Jika penelitian ini terus berkembang, dunia mungkin akan memasuki era baru — transplantasi tanpa batas golongan darah. Sebuah langkah kecil di laboratorium, namun bisa berarti harapan besar bagi jutaan pasien yang menunggu ginjal donor di seluruh dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel