TIMETODAY.ID, JAKARTA — Duka atas gugurnya prajurit Indonesia di misi perdamaian internasional bergema hingga forum tertinggi dunia. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara tegas mengecam serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL di wilayah Lebanon selatan pada akhir Maret lalu.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (1/4), Dewan Keamanan juga menyampaikan empati mendalam kepada Indonesia.
“Para anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam mereka kepada keluarga para korban, serta kepada Indonesia,” demikian pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (2/4/2026).
Insiden ini tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga melukai sedikitnya lima personel penjaga perdamaian lainnya. Mereka terdampak dalam rangkaian serangan yang terjadi di sepanjang Blue Line—garis demarkasi sepanjang sekitar 120 kilometer yang selama ini menjadi batas penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan.
Di tengah situasi yang masih memanas, Dewan Keamanan turut menyuarakan penghormatan terhadap para pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di garis depan konflik.
“Mendoakan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya bagi mereka yang luka-luka. Memberikan penghormatan kepada dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB,” lanjut pernyataan tersebut.
Lebih jauh, Dewan Keamanan menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target dalam kondisi apa pun. Semua pihak yang terlibat konflik diminta menjamin keselamatan personel, fasilitas, serta kebebasan bergerak sesuai hukum internasional.
Selain mendesak investigasi menyeluruh atas insiden tersebut melalui UNIFIL, Dewan Keamanan juga kembali menekankan pentingnya pelaksanaan Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB secara penuh. Resolusi itu selama ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel.
Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan dukungan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, sekaligus menjadi pengingat bahwa misi perdamaian global masih menghadapi risiko nyata di lapangan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































