
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Iran mengecam keras resolusi yang disahkan oleh Dewan Keamanan PBB terkait serangan Teheran terhadap sejumlah negara Arab di kawasan Teluk serta Yordania. Iran menilai keputusan tersebut sebagai bentuk ketidakadilan karena mengabaikan akar konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyatakan resolusi tersebut telah mendistorsi fakta di lapangan dan mengabaikan serangan yang lebih dulu dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
“Resolusi ini merupakan ketidakadilan yang nyata terhadap negara saya, korban utama dari tindakan agresi yang jelas. Resolusi ini mendistorsi realitas di lapangan dan sengaja mengabaikan akar penyebab krisis saat ini,” kata Iravani dalam pernyataannya di Dewan Keamanan PBB.
Menurut Iravani, konflik yang terjadi saat ini dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Ia mengklaim serangan tersebut menimbulkan korban sipil yang besar.
Iran menyebut sedikitnya 1.348 warga sipil tewas dan lebih dari 17.000 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Di antara korban jiwa itu terdapat sekitar 170 siswi yang dilaporkan tewas dalam serangan di Kota Minab.
Selain korban jiwa, Iran juga mengklaim lebih dari 19.000 lokasi sipil mengalami kerusakan, termasuk rumah tinggal dan rumah sakit.
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB pada Rabu (11/6/2026) waktu New York mengadopsi resolusi yang mengutuk serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk serta Yordania. Resolusi tersebut juga mendesak Iran untuk segera menghentikan permusuhan.
Serangan Iran diketahui menargetkan pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pembalasan atas serangan yang dilancarkan terhadap wilayahnya.
Dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, sebanyak 13 negara mendukung resolusi yang diajukan oleh Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Sementara itu, Rusia dan China memilih abstain, dan tidak ada negara yang memberikan suara menolak.
Selain di Dewan Keamanan, resolusi tersebut juga memperoleh dukungan luas di Majelis Umum PBB, dengan 135 negara menyatakan dukungannya.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































