Di Balik Gencatan Senjata, Iran Diam-Diam Siapkan Skenario Perang Berkepanjangan

Iran
Di Balik Gencatan Senjata, Iran Diam-Diam Siapkan Skenario Perang Berkepanjangan. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik ketegangan yang belum sepenuhnya mereda di Timur Tengah, Iran disebut telah menyiapkan diri untuk menghadapi konflik jangka panjang melawan Israel dan Amerika Serikat. Sejumlah pejabat asing dan pengamat menilai, kesiapan itu tidak hanya bersifat militer, tetapi juga menyentuh aspek logistik hingga ketahanan dalam negeri.

Sumber pejabat asing yang bermarkas di Teheran mengungkapkan, pemerintah Iran bahkan telah menghitung skenario konflik hingga enam bulan ke depan, atau setidaknya sampai September 2026.

“Iran telah mengantisipasi perang panjang dan memiliki cadangan logistik yang cukup untuk menopang kebutuhan penduduk hingga setengah tahun,” ujarnya, dikutip dari laporan media internasional, Sabtu (11/4/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Pemerintah Konsisten Dukung Palestina, Atlet Israel Dilarang Masuk Indonesia

Di tengah jeda gencatan senjata sementara selama dua pekan sejak 7 April, aktivitas di dalam negeri Iran justru menunjukkan arah berbeda. Sejumlah fasilitas bawah tanah di wilayah pegunungan dilaporkan tetap beroperasi, memproduksi rudal dan drone sebagai bagian dari antisipasi jika konflik kembali memanas.

Pengamat geopolitik berbasis di Teheran, Ali Ahmadi, menilai Iran telah lama membangun fondasi industri militer yang kuat. Infrastruktur tersebut, menurutnya, memungkinkan negara itu memproduksi kebutuhan persenjataan secara mandiri dalam jangka panjang tanpa bergantung pada pihak luar.

“Basis industri militer Iran dirancang untuk menopang keberlanjutan perang,” katanya.

Baca Juga :  Pidato di Kentucky, Trump Klaim AS Unggul Cepat dalam Perang Melawan Iran

Kesiapan ini menjadi kontras dengan pendekatan yang disebut pernah dirancang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menginginkan operasi militer singkat.

Rencana tersebut, menurut sejumlah laporan, juga melibatkan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, dengan target melumpuhkan kemampuan rudal dan nuklir Iran dalam waktu relatif cepat.

Namun, sejumlah analis menilai daya tahan Iran dalam konflik jangka panjang berpotensi melampaui kapasitas pertahanan rudal Israel maupun negara-negara Teluk.

Ketimpangan ini dinilai dapat mengubah peta keseimbangan strategis di kawasan, sekaligus memperpanjang bayang-bayang konflik yang belum menemukan ujungnya.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel