TIMETODAY.ID, JAKARTA — Teheran menegaskan bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim Iran meminta gencatan senjata tidaklah benar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa klaim tersebut “salah dan tidak berdasar,” seperti dilaporkan kantor berita AFP pada Rabu (1/4/2026) dan dikutip oleh televisi pemerintah Iran.
“Pernyataan Trump tentang permintaan Iran untuk gencatan senjata adalah salah dan tidak berdasar,” ujar Esmaeil Baqaei.
Sebelumnya, Trump melalui platform Truth Social menyebut bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah meminta gencatan senjata kepada AS.
Trump menambahkan bahwa AS hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata itu jika Selat Hormuz terbuka dan bebas dari lalu lintas kapal.
“Presiden Iran baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat!” tulis Trump.
“Kami akan mempertimbangkannya ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih. Sampai saat itu, kami akan membombardir Iran hingga musnah atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!,” tambahnya.
Ketegangan regional meningkat sejak serangan Israel dan AS terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pasar global dan penerbangan.
Dengan bantahan resmi dari Teheran, klaim Trump ini dipastikan menjadi titik kontroversi baru dalam eskalasi konflik yang telah memicu kekhawatiran global.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































