Trump Geram Narasi AS Kalah di Iran, Tegaskan Bukan Kekalahan

Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Reuters

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan reaksi keras terhadap narasi yang menyebut negaranya kalah dalam konflik dengan Iran. Ia bahkan menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk “pengkhianatan”.

Dalam pidatonya di Florida, Trump menanggapi kritik yang datang dari berbagai pihak, termasuk kelompok yang meragukan hasil operasi militer AS.

“Kita mendengar pernyataan, ‘kita tidak menang’. Mereka tidak punya kekuatan militer lagi. Menurut saya, itu adalah pengkhianatan,” ujar Trump, seperti dikutip dari CNN, Sabtu (2/5/2026).

Advertisement

Pernyataan itu muncul setelah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengklaim Amerika Serikat mengalami kekalahan memalukan dalam konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  BRI Bogor Pajajaran Bagikan 2.000 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu di Cisarua

Dalam pesan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Khamenei menyebut dinamika baru tengah terjadi di wilayah strategis seperti Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Ia juga menyoroti lemahnya posisi militer AS di kawasan tersebut, bahkan menyebut pangkalan-pangkalan Amerika tidak mampu menjamin keamanan sendiri.

Selain itu, Iran menegaskan tetap memiliki kendali signifikan atas jalur pelayaran penting yang menjadi nadi distribusi energi global.

Menanggapi hal tersebut, Trump tidak secara eksplisit mengklaim kemenangan, namun menegaskan operasi militer AS berjalan efektif. Ia juga menyebut pihaknya telah melemahkan kekuatan Iran, termasuk melalui blokade laut.

Baca Juga :  Konfercab XII PCNU Kabupaten Bogor : Siapa yang Akan Menjadi Pemimpin Baru

“Kita hampir berada di posisi yang sangat baik di Iran. Tapi saya tidak ingin membicarakannya sebelum semuanya benar-benar selesai,” kata Trump.

Pernyataan saling klaim ini mencerminkan ketegangan yang masih tinggi antara kedua negara. Di tengah belum berakhirnya konflik, perang narasi pun terus berlangsung—menunjukkan bahwa selain kekuatan militer, persepsi publik juga menjadi medan pertarungan yang tak kalah penting.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel