Honda Batalkan Proyek Mobil Listrik Bareng Sony, Afeela Tak Jadi Diproduksi Massal

Honda
Mobil Listrik Honda dan Sony. Foto: AP/John Locher

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Produsen otomotif asal Jepang, Honda Motor Co., resmi menghentikan rencana produksi massal mobil listrik hasil kolaborasi dengan Sony Group Corporation. Keputusan ini berdampak langsung pada proyek sedan listrik Afeela 1 dan SUV listrik yang sebelumnya diperkenalkan di ajang teknologi di Las Vegas.

Langkah tersebut diambil menyusul evaluasi ulang strategi elektrifikasi Honda, termasuk pembatalan lini kendaraan listrik “Seri 0” yang sebelumnya digadang-gadang menjadi masa depan perusahaan.

Dalam keterangan resminya, Honda menyebut perubahan strategi bisnis telah memengaruhi fondasi operasional kerja sama dengan Sony, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi dan aset yang sebelumnya direncanakan.

Advertisement
Baca Juga :  Setir Terasa Lebih Berat Setelah Ganti Ban? Ini Penjelasan Teknisnya

Kolaborasi kedua perusahaan melalui joint venture Sony Honda Mobility kini tengah memasuki tahap peninjauan ulang. Kedua pihak akan mengevaluasi kembali arah bisnis mereka, termasuk tujuan awal untuk menghadirkan produk mobilitas bernilai tambah tinggi dan layanan pendukungnya.

“Perubahan kondisi pasar kendaraan listrik serta strategi baru Honda membuat asumsi dasar kerja sama ini perlu ditinjau kembali,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Sebelumnya, Honda juga telah lebih dulu membatalkan pengembangan model listrik lainnya dalam Seri 0, termasuk 0 Saloon dan 0 SUV, yang semula dijadwalkan masuk tahap produksi dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Jadwal dan lokasi SIM Keliling Bogor Hari Ini, Rabu 27 Desember 2023

Keputusan ini mencerminkan tekanan yang tengah dihadapi industri otomotif global, khususnya dalam transisi menuju kendaraan listrik. Honda mengakui kondisi bisnisnya saat ini cukup menantang, dipengaruhi oleh perubahan pasar, penurunan profitabilitas kendaraan konvensional dan hybrid, hingga dampak kebijakan tarif.

Situasi tersebut membuat perusahaan memilih untuk menata ulang strategi jangka panjangnya, termasuk menunda ambisi di sektor kendaraan listrik yang sebelumnya diproyeksikan menjadi andalan baru.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel