Arus Balik Membludak, Japek II Selatan Difungsikan Kurangi Beban Tol Utama

arus
Jasa Marga menghadirkan Tol Japek II Selatan sebagai solusi mengurai kemacetan arus balik Lebaran 2026 arah Jakarta. Foto: Dok. Jasa Marga

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah derasnya arus kendaraan yang kembali menuju ibu kota, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mulai mengoperasikan secara fungsional ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sebagai jalur alternatif. Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan arus balik Lebaran 2026, khususnya dari arah Bandung dan sekitarnya menuju Jakarta.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyebut pemanfaatan tol tersebut menjadi strategi penting dalam membagi beban lalu lintas yang selama ini terpusat di ruas utama Jakarta–Cikampek.

“Pengendara dari arah Bandung dapat memanfaatkan Japek II Selatan yang saat ini dibuka secara fungsional. Jalur ini diharapkan mampu mendistribusikan arus kendaraan sehingga kepadatan di titik-titik krusial bisa berkurang,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Perumda Tirta Pakuan Siapkan Transformasi Pengelolaan Air Bersih dan Air Limbah

Hingga saat ini, volume kendaraan yang telah kembali ke wilayah Jabodetabek tercatat mencapai sekitar 2,36 juta unit atau hampir 70 persen dari total proyeksi arus balik sebanyak 3,39 juta kendaraan. Meski begitu, lonjakan arus masih diperkirakan akan terjadi pada akhir pekan ini.

Dalam kondisi tersebut, kehadiran Japek II Selatan dinilai menjadi “katup pengaman” untuk menahan potensi kemacetan, terutama di titik rawan seperti KM 66 di ruas tol utama.

Selain membuka jalur alternatif, Jasa Marga juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk skema one way yang diberlakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Polres Bogor Siaga Penuh Kawal Stok BBM dan Pangan

Di sisi lain, pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memilih rute yang lebih lancar, serta memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time.

Pengendara juga diingatkan agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, mulai dari memastikan kondisi kendaraan hingga mematuhi rambu dan arahan petugas.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Disiplin berkendara sangat penting, terutama saat melintasi jalur dengan rekayasa lalu lintas,” kata Rivan.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel