Bagnaia Gagal Total, Disebut Remehkan Marquez karena Pengaruh Rossi

Bagnaia
MotoGP .Foto: REUTERS/NAJJUA ZULKEFLI

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dominasi Marc Marquez pada musim MotoGP terbaru justru berbanding terbalik dengan performa Francesco “Pecco” Bagnaia. Di tengah keberhasilan Marquez merebut gelar juara dunia, Bagnaia menjalani musim yang dinilai jauh dari ekspektasi. Ia bahkan disebut meremehkan kekuatan Marquez, dengan pengaruh lingkungan Valentino Rossi ikut disorot.

Bagnaia memasuki musim 2025 dengan status sebagai salah satu rider paling sukses pada musim sebelumnya. Meski gagal merebut gelar juara dunia MotoGP 2024 yang jatuh ke tangan Jorge Martin, pembalap Ducati itu menutup musim sebagai runner-up dengan koleksi kemenangan terbanyak, yakni 11 balapan.

Ekspektasi tinggi pun mengiringi kedatangan Marc Marquez ke tim pabrikan Ducati. Banyak pihak memprediksi persaingan ketat antara dua juara dunia tersebut. Namun, realitas di lintasan berkata lain. Bagnaia kesulitan bersaing dan hanya mampu meraih dua kemenangan balapan utama, jarang naik podium, hingga akhirnya harus puas finis di posisi kelima klasemen akhir.

Advertisement
Baca Juga :  Cek Syarat Layanan SIM Keliling Kota Bogor Jumat 14 Maret Hadir di Mall Jambu Dua

Sebaliknya, Marquez tampil nyaris tanpa perlawanan. Pembalap asal Spanyol itu mencatatkan 11 kemenangan grand prix dan mengunci gelar juara dunia lebih cepat, tepatnya dengan empat seri tersisa.

Paolo Simoncelli, tokoh balap motor Italia sekaligus ayah dari mendiang Marco Simoncelli, menilai Bagnaia tidak siap menghadapi kekuatan Marquez sebagai rekan setim. Menurutnya, Bagnaia keliru membaca situasi sejak awal.

“Dia tidak siap dengan seorang rekan setim yang sangat tangguh. Pecco kan datang dari kelompoknya Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di sana, dia meremehkan Marquez,” ceplos Paolo Simoncelli kepada Corriere della Sera.

Simoncelli menambahkan, kegagalan Bagnaia sebelumnya seolah membuat sang pembalap berpikir cukup melakukan sedikit perbaikan untuk kembali bersaing, tanpa menyadari besarnya ancaman Marquez.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Timnas Voli Indonesia U-21 di FIVB World Championship

“Di tahun sebelumnya [2024], dia gagal juara dunia meskipun memenangi 11 balapan grand prix. Pecco mungkin berpikir, ‘Apa yang harus kulakukan hanyalah jatuh lebih sedikit’, tapi Marc itu kan monster di atas lintasan dan itu membuat dia panik.”

Lebih lanjut, Simoncelli menegaskan keyakinannya sejak awal bahwa Marquez akan menjadi pembalap terkuat di Ducati. Ia bahkan menyamakan karakter balap Marquez dengan mendiang putranya.

“Saya sudah tahu bahwa Marc adalah yang terkuat, saya selalu suka dengan dia; dia itu balapan dan berpikir seperti almarhum putra saya, dia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha,” tambah Simoncelli.

Hasil akhir musim ini pun mempertegas jarak performa antara kedua pembalap. Marquez kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu rider terbaik sepanjang sejarah MotoGP, sementara Bagnaia harus mengevaluasi ulang langkahnya untuk kembali bersaing di papan atas.

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel