TIMETODAY.ID, JAKARTA —Fenomena tak biasa terjadi di perairan dekat Shanghai, ketika ribuan kapal penangkap ikan komersial terlihat membentuk pola terorganisir di laut. Aktivitas ini pertama kali terdeteksi pada Desember, saat lebih dari 2.000 kapal membentuk dua formasi menyerupai huruf L terbalik.
Beberapa minggu kemudian, pada Januari, sekitar 1.000 kapal kembali berkumpul dan membentuk formasi persegi panjang yang membentang hingga 240 mil laut. Kepadatan formasi ini bahkan memaksa kapal kargo yang melintas untuk bermanuver zig-zag, seolah melewati “labirin” di tengah laut.
Fenomena tersebut sempat mereda pada Februari, namun kembali muncul dengan sekitar 1.200 kapal yang membentuk dua garis sejajar.
Tidak Seperti Aktivitas Nelayan Biasa
Secara umum, aktivitas kapal nelayan biasanya terlihat acak jika dilihat melalui pelacakan GPS. Terlebih di wilayah sibuk seperti Laut China Timur, yang dilintasi sekitar 1,5 juta kapal setiap tahun.
Karena itu, pola yang rapi dan terorganisir seperti garis lurus atau formasi geometris dinilai sangat tidak biasa.
“Sangat jarang melihat garis lurus di alam,” ujar Jason Wang dari perusahaan analitik satelit ingeniSpace. Ia menambahkan bahwa kumpulan kapal lebih dari seribu unit dalam satu formasi merupakan hal yang tidak lazim.
Picu Spekulasi Latihan Militer
Fenomena ini memicu kecurigaan sejumlah analis, terutama dari Amerika Serikat. Mereka menduga aktivitas tersebut bukan sekadar kegiatan penangkapan ikan biasa, melainkan bagian dari latihan terkoordinasi yang melibatkan kapal sipil.
Beberapa pengamat bahkan menilai hal ini bisa menjadi bentuk latihan angkatan laut terselubung, yang berpotensi terkait dengan ketegangan di sekitar Taiwan.
Analis intelijen maritim Mark Douglas menyebut tingkat koordinasi ribuan kapal dalam formasi rapi seperti itu sebagai sesuatu yang “mencengangkan” dan membutuhkan perencanaan yang sangat matang.
Masih Misterius
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan dari formasi kapal tersebut. Namun, pola berulang dan jumlah kapal yang sangat besar membuat fenomena ini terus menjadi perhatian dan memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat maritim global.***







































