Menepis Tudingan AS, Xiaomi Pastikan Produk untuk Sipil dan Komersial

Xiaomi
Ilustrasi toko Xiaomi. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTAXiaomi menolak tudingan dari sekelompok anggota parlemen Amerika Serikat yang meminta pemerintah AS memasukkan perusahaan teknologi asal China itu ke daftar perusahaan yang diduga memiliki kaitan dengan militer China.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa waktu setempat, Xiaomi menegaskan bahwa mereka murni bergerak di sektor konsumen dan tidak memiliki afiliasi dengan institusi militer manapun.

“Xiaomi bukan perusahaan militer China dan tidak berafiliasi dengan entitas militer mana pun. Produk dan layanan kami ditujukan sepenuhnya untuk penggunaan sipil dan komersial. Tidak ada dasar untuk memasukkan Xiaomi ke dalam daftar 1260H,” kata Xiaomi, dikutip dari SCMP, Kamis (25/12/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Produsen Mobil China Berpotensi Salip Jepang di Pasar Global 2025

Tudingan ini merespons surat terbuka yang dikirim sembilan anggota parlemen Partai Republik AS kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pekan lalu.

Mereka meminta Pentagon menambahkan sejumlah perusahaan teknologi China ke dalam daftar Section 1260H, termasuk Xiaomi, startup AI DeepSeek, dan pembuat robot humanoid Unitree.

Daftar 1260H merupakan daftar yang dianggap Departemen Pertahanan AS memiliki hubungan dengan militer China. Meski bukan daftar hitam perdagangan, masuknya perusahaan ke daftar ini menjadi peringatan bagi lembaga pemerintah dan bisnis AS terkait risiko kerja sama. Hingga kini, DeepSeek, Unitree, dan Pentagon belum memberikan komentar resmi.

Baca Juga :  Redmi Pad 2 Resmi Meluncur 4 Juli, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya

Ini bukan pertama kali Xiaomi menghadapi tudingan serupa. Pada awal 2021, perusahaan sempat dimasukkan dalam daftar “Communist Chinese Military Company” (CCMC) oleh Departemen Pertahanan AS, tetapi berhasil keluar dari daftar tersebut setelah menempuh jalur hukum. Mekanisme CCMC kemudian dihapus dan digantikan oleh 1260H.

Sejumlah perusahaan China lain, seperti produsen drone DJI, juga pernah menempuh jalur hukum untuk menantang penetapan serupa oleh pemerintah AS.

Xiaomi menegaskan kembali komitmennya pada sektor konsumen dan menolak tudingan yang dinilai tidak berdasar tersebut.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel