Khamenei Angkat Bicara, Kematian Bos Intelijen IRGC Picu Eskalasi Baru

IRGC
Pimpinan tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Foto: Reuters

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah tewasnya Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi, dalam serangan yang dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel, Senin (6/4/2026).

Pimpinan tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, akhirnya muncul ke publik dan menyampaikan pernyataan resmi. Melalui unggahan di media sosial X, ia menyampaikan duka sekaligus penghormatan kepada Khademi yang disebutnya sebagai sosok penting dalam bidang intelijen dan pertahanan.

“Martir Mayor Jenderal Sayyid Majid Khademi, yang telah mengabdi selama beberapa dekade di bidang keamanan dan intelijen, telah meraih kehormatan kesyahidan,” tulisnya.

Advertisement
Baca Juga :  Dolar AS Melemah di Awal Perdagangan, Rupiah Menguat ke Level Rp16.700-an

Dalam pernyataan terpisah, Khamenei juga menuding Amerika Serikat dan Israel menggunakan apa yang ia sebut sebagai “terorisme Zionis” dalam operasi yang menewaskan pejabat tinggi tersebut.

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan tidak akan tinggal diam. Dalam pernyataan resminya, mereka menyampaikan ancaman serangan balasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.

“Musuh yang jahat dan putus asa harus tahu bahwa serangan balasan besar-besaran menanti para pelaku kejahatan ini,” demikian pernyataan IRGC.

Khademi diketahui baru menjabat sebagai kepala intelijen IRGC setelah pendahulunya, Mohammad Kazemi, dilaporkan tewas dalam konflik sebelumnya pada 2025.

Baca Juga :  Dampak Perang Iran: Pasokan Plastik hingga Pangan Mulai Terganggu

Insiden ini menambah panjang daftar eskalasi konflik di kawasan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan potensi benturan terbuka yang lebih luas di antara kekuatan regional maupun global.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel