Dolar AS Melemah di Awal Perdagangan, Rupiah Menguat ke Level Rp16.700-an

rupiah
rupiah dan dolar. Foto: itsock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah menunjukkan sinyal penguatan pada pembukaan perdagangan Selasa (10/2/2026). Mata uang Garuda berhasil menekan dolar Amerika Serikat (AS) yang pagi ini tercatat berada di kisaran Rp16.700-an.

Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.11 WIB, nilai tukar dolar AS berada di level Rp16.795 atau turun 10 poin setara 0,06 persen. Sebelumnya, mata uang Negeri Paman Sam itu sempat dibuka di posisi Rp16.803.

Pelemahan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Secara global, mata uang tersebut juga menunjukkan tren serupa terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Dolar AS tercatat melemah 0,06 persen terhadap dolar Australia dan turun 0,05 persen terhadap euro.

Advertisement
Baca Juga :  Indonesia Buka Peluang Dagang Baru Lewat Festival Kopi–Teh Maroko

Namun, pergerakan dolar AS terhadap beberapa mata uang kawasan Asia Tenggara menunjukkan dinamika yang berbeda. Mata uang tersebut justru menguat tipis sebesar 0,03 persen terhadap dolar Singapura. Sementara itu, terhadap yuan China, dolar AS mengalami pelemahan sebesar 0,12 persen.

Tekanan terhadap dolar AS juga terlihat dari pergerakannya terhadap yen Jepang yang terkoreksi 0,09 persen. Bahkan, pelemahan lebih dalam terjadi terhadap mata uang Asia lainnya, seperti ringgit Malaysia yang menguat 0,23 persen dan baht Thailand yang naik 0,11 persen terhadap dolar AS.

Baca Juga :  Dolar AS Bergerak Turun, Rupiah Stabil di Kisaran Rp 16.800-an

Pergerakan ini mencerminkan fluktuasi pasar keuangan global yang masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari sentimen kebijakan moneter hingga kondisi ekonomi regional. Meski pelemahan dolar AS relatif tipis, dinamika ini tetap menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi arus modal serta stabilitas nilai tukar di kawasan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel