TIMETODAY.ID, TEHERAN – Hassan Rouhani digadang-gadang menjadi kandidat kuat pengganti Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Mantan presiden yang dikenal sebagai tokoh moderat itu dinilai sejumlah pengamat sebagai figur kompromi yang paling berpeluang menstabilkan Iran di tengah masa transisi politik yang bergejolak.
Melanir wikipedia, Kamis (5/3/2026) Rouhani, lahir dengan nama Hassan Feridon pada 12 November 1948, merupakan seorang mujtahid Syiah, pengacara, akademisi, dan diplomat kawakan. Ia telah menjadi anggota Majelis Ahli sejak 1999, anggota Dewan Kebijaksanaan sejak 1991, serta anggota Dewan Keamanan Nasional Agung sejak 1989. Selain itu, ia mengepalai Pusat Penelitian Strategis sejak 1992.
Rekam jejak diplomatiknya terbilang panjang. Rouhani pernah menjabat sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung pada periode 1989–2005, sekaligus memimpin tim negosiasi nuklir Iran dengan tiga negara Eropa, Inggris, Prancis, dan Jerman.
Pada pemilihan presiden 14 Juni 2013, Rouhani maju sebagai kandidat dengan mengusung agenda pemulihan ekonomi dan normalisasi hubungan Iran dengan Barat, termasuk janji menyusun piagam hak-hak sipil. Ia berhasil memenangkan kontestasi tersebut, mengalahkan Wali Kota Teheran Mohammad Bagher Ghalibaf dan empat kandidat lainnya, sebelum resmi dilantik pada 3 Agustus 2013.
Nama belakang “Rouhani” yang ia gunakan berasal dari bahasa Persia, bermakna “spiritual” atau “ulama”, dan menggantikan nama lahirnya, Feridon. Dalam kehidupan pribadi, Rouhani menikahi sepupunya, Sahebeh Arabi, dan dikaruniai empat anak. Saudara laki-lakinya, Hossein Feridon, juga berkiprah di dunia politik sebagai mantan gubernur, duta besar, dan mantan Wakil Menteri Intelijen Iran.
Editor : B. Supriyadi
Sumber : wikipedia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































