TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah ketegangan panjang antara Rusia dan Ukraina, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Ia menegaskan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebenarnya memiliki jalan keluar cepat untuk mengakhiri perang, namun dengan syarat tertentu yang menimbulkan perdebatan.
“Presiden Zelensky dari Ukraina dapat segera mengakhiri perang dengan Rusia, jika ia mau, atau ia dapat terus berjuang,” tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social pada Minggu (17/8) malam waktu setempat, dilansir BBC, Senin (18/8/2025).
Trump bahkan secara terbuka menyebut bahwa Ukraina tidak akan menjadi anggota NATO sebagai bagian dari skenario damai. “Ingat bagaimana semuanya bermula.
Tidak ada pengembalian Crimea yang diberikan oleh Obama dan TIDAK ADA UKRAINA MASUK NATO. Beberapa hal tidak pernah berubah!!!” tegasnya.
Pernyataan ini muncul hanya beberapa jam sebelum Trump dijadwalkan menjamu Zelensky di Gedung Putih. Pertemuan itu disebut bakal menjadi salah satu momen besar, mengingat banyak pemimpin Eropa ikut hadir, termasuk Sekjen NATO Mark Rutte dan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer.
“Besok adalah hari besar di Gedung Putih. Tidak pernah ada begitu banyak pemimpin Eropa sekaligus. Kehormatan besar bagi saya untuk menjamu mereka!!!” tulis Trump lagi.
Di sisi lain, Zelensky merespons dengan nada hati-hati. Melalui unggahan di media sosialnya, ia menyatakan “bersyukur” atas undangan Trump. “Kita semua memiliki keinginan kuat untuk mengakhiri perang ini dengan cepat dan andal,” ujarnya.
Namun, Zelensky juga menegaskan kembali pentingnya jaminan keamanan yang nyata dari sekutu. “Tidak seperti bertahun-tahun yang lalu… ketika Ukraina diberi apa yang disebut ‘jaminan keamanan’ pada tahun 1994 tetapi tidak berhasil,” ucapnya.
Ia menambahkan, “Tentu saja, Krimea seharusnya tidak diserahkan saat itu. Sama seperti Ukraina yang tidak menyerahkan Kyiv, Odesa, atau Kharkiv setelah tahun 2022.”
Sebelum Trump kembali ke Gedung Putih awal tahun ini, negara-negara NATO sempat menyepakati jalur pasti keanggotaan bagi Kyiv.
Namun kini, dengan arah kebijakan Trump yang berbeda, masa depan Ukraina kembali menjadi perbincangan besar di panggung geopolitik dunia.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































