
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Setiap rumah tangga pasti pernah berada di situasi serba tanggung: menemukan makanan di kulkas yang sudah melewati tanggal pada kemasannya. Dibuang sayang, dimakan ragu. Bagi sebagian orang, tanggal kedaluwarsa dianggap hanya penanda kualitas. Namun bagi yang lain, hal ini bisa menjadi soal kesehatan yang tak bisa disepelekan.
Tanggal pada kemasan makanan sering dipahami sebagai “batas aman”. Padahal, kenyataannya tidak selalu sesederhana itu. Ada berbagai jenis label tanggal yang memiliki arti berbeda, mulai dari penanda kualitas hingga batas aman konsumsi. Ditambah lagi, kondisi penyimpanan juga sangat memengaruhi apakah makanan masih layak dikonsumsi atau justru berisiko bagi tubuh.
Lalu, apa sebenarnya yang terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan kedaluwarsa? Berikut penjelasannya.
Risiko Keracunan Makanan yang Tak Bisa Diabaikan
Salah satu dampak paling umum dari mengonsumsi makanan yang sudah melewati masa konsumsinya adalah keracunan makanan. Makanan berisiko tinggi seperti daging, telur, produk susu, dan seafood sangat rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya.
Beberapa bakteri yang sering menjadi penyebab keracunan antara lain Salmonella, E. coli, dan Listeria. Infeksi akibat bakteri ini bisa memicu gejala seperti diare, mual, muntah, demam, hingga kram perut beberapa jam setelah dikonsumsi.
Pada kasus ringan, tubuh mungkin hanya mengalami gangguan pencernaan sementara. Namun pada kondisi tertentu, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah, keracunan makanan dapat berkembang menjadi kondisi serius hingga memerlukan perawatan medis.
Jamur dan Racun Tak Terlihat
Selain bakteri, makanan kedaluwarsa juga berpotensi ditumbuhi jamur, terutama jika disimpan dalam kondisi lembap atau suhu yang tidak tepat. Masalahnya, jamur tidak selalu aman meski hanya terlihat di permukaan.
Beberapa jenis jamur menghasilkan mycotoxin, yaitu racun yang dapat berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. Paparan racun ini dikaitkan dengan reaksi alergi, gangguan pernapasan, kerusakan organ, hingga peningkatan risiko kanker.
Itulah sebabnya, membuang seluruh makanan yang sudah berjamur lebih disarankan daripada sekadar memotong bagian yang tampak rusak.
Nilai Gizi yang Menurun Seiring Waktu
Tak hanya soal keamanan, makanan yang melewati tanggal kualitas juga cenderung mengalami penurunan kandungan nutrisi. Vitamin dan antioksidan bisa rusak, terutama jika makanan terpapar cahaya, udara, atau suhu yang tidak ideal.
Meski tidak langsung menyebabkan penyakit, konsumsi makanan dengan nilai gizi rendah secara terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang, khususnya bagi anak-anak dan lansia. Selain itu, perubahan kimia seperti lemak tengik juga bisa mengiritasi saluran pencernaan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengonsumsinya?
Jika kamu terlanjur makan makanan kedaluwarsa, langkah pertama adalah memantau kondisi tubuh. Gejala biasanya muncul dalam beberapa jam hingga dua hari setelah konsumsi, seperti mual, diare, muntah, atau demam ringan.
Menjaga asupan cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika mengalami muntah atau diare. Namun, jika muncul gejala berat seperti demam tinggi, darah dalam tinja, urine berkurang, atau keluhan tidak membaik setelah beberapa hari, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Memahami Arti Label Tanggal pada Kemasan
Tidak semua tanggal pada kemasan berarti makanan langsung berbahaya. Label seperti “Use By” biasanya berkaitan dengan keamanan konsumsi dan sebaiknya tidak dilanggar, terutama untuk makanan mudah rusak. Sementara “Best Before” atau “Best if Used By” lebih menandakan kualitas terbaik produk.
Memahami perbedaan label ini, ditambah kebiasaan penyimpanan yang benar seperti menjaga suhu kulkas di bawah 4°C dan menghindari kontaminasi silang, dapat membantu mengurangi risiko penyakit akibat makanan.
Pada akhirnya, meski beberapa makanan masih aman dikonsumsi setelah melewati tanggal tertentu, kewaspadaan tetap penting. Jika ada tanda-tanda kerusakan seperti bau tak sedap, perubahan warna, atau tekstur yang aneh, sebaiknya jangan ambil risiko. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































