Kenapa Gatal di Malam Hari Bisa Terkait Penyakit Hati? Ini Penjelasannya

gatal
ilustrasi gatal (istock)
TIMETODAY.ID — Banyak orang mengira rasa gatal hanyalah keluhan sepele. Namun bagi sebagian orang, rasa gatal bisa menjadi tanda peringatan bahwa hati mereka sedang bermasalah. Rasa gatal yang muncul akibat penyakit hati kronis, atau pruritus, kerap tidak disadari. Sayangnya, gejala ini bisa sangat mengganggu aktivitas, hingga membuat tidur pun tak nyenyak.
Berbeda dengan gatal ringan yang biasa muncul dan hilang sendiri, gatal akibat gangguan hati seringkali persisten dan cenderung memburuk di malam hari. Hal inilah yang dialami Villda, seorang warga Tangerang Selatan.
Pada 2022, Villda didiagnosis mengalami masalah pada fungsi hatinya. Awalnya, ia hanya merasa tubuhnya seperti masuk angin, tetapi rasa gatal hebat yang datang bersamaan membuatnya curiga ada yang tak beres.
Gejala pertama yang jelas itu setiap makan pasti muntah, nafsu makan berkurang, lemas, dan parahnya ruas di badan yang gatal banget,” ungkap Villda, seperti dikutip dari Detik.
Fenomena gatal di malam hari ini juga dijelaskan oleh Dr. Shreya Sengupta, direktur program penyakit hati terkait alkohol di Cleveland Clinic. Ia mengatakan, “Seringkali gatalnya bertambah parah di malam hari karena berbagai alasan. Jadi, penderitanya akan baik-baik saja sepanjang hari, tapi saat tidur, gatalnya tidak berhenti.
Uniknya, gatal akibat penyakit hati sering muncul tanpa disertai ruam. Namun, jika digaruk berlebihan, kulit bisa mengalami iritasi, perubahan warna, hingga infeksi.
Kenapa Penyakit Hati Bisa Memicu Gatal?
Para peneliti belum sepenuhnya memahami bagaimana penyakit hati bisa menimbulkan rasa gatal yang membandel. Namun, ada beberapa teori yang mendekati penjelasan:
  1. Penumpukan Garam Empedu: Studi pada 2022 mengungkapkan bahwa penyakit hati dapat menyebabkan kadar garam empedu meningkat. Garam empedu ini menumpuk di bawah kulit dan memicu rasa gatal. Meski demikian, tidak semua pasien dengan kadar garam empedu tinggi mengalami gatal parah.
  2. Senyawa Alami Lain: Ada dugaan senyawa lain seperti histamin, kalsium, hormon seks wanita, dan hormon paratiroid juga ikut berperan memicu rasa gatal.
  3. Sensitivitas Sel Kulit: Penelitian di 2021 menemukan, pada penderita Primary Biliary Cirrhosis (PBC), saraf di sel lapisan luar kulit (keratinosit) menjadi lebih sensitif. Riset pada tikus memperlihatkan penyuntikan lipid (lemak) bisa meningkatkan rasa gatal.
Penyakit Hati yang Sering Menimbulkan Gatal
Umumnya, gatal berhubungan dengan kondisi hati intrahepatik—penyakit yang memengaruhi bagian dalam hati. Beberapa penyakit yang kerap disertai gejala gatal antara lain:
  • Primary Biliary Cirrhosis (PBC): Penyakit ini merusak saluran empedu di hati. Penumpukan empedu merusak jaringan hati, memicu sirosis, dan membuat penderitanya sering menggaruk.
  • Primary Sclerosing Cholangitis (PSC): PSC memicu peradangan saluran empedu, baik di dalam maupun di luar hati. Selain menimbulkan rasa gatal, PSC juga meningkatkan risiko kanker saluran empedu.
  • Intrahepatic Cholestasis of Pregnancy (ICP): Kolestasis intrahepatik pada kehamilan ini terjadi pada trimester kedua, ketika empedu menumpuk di hati ibu hamil dan menimbulkan rasa gatal yang sering memburuk di malam hari.
Bila Anda merasakan gatal tanpa sebab jelas, terutama jika memburuk di malam hari dan disertai keluhan lain seperti kelelahan, muntah, atau hilang nafsu makan, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Benjolan di Kulit Kepala, Haruskah Khawatir? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel