TIMETODAY.ID, JAKARTA — Hari pertama sekolah menjadi pengalaman baru yang penuh emosi bagi banyak anak. Di satu sisi mereka merasa penasaran dengan lingkungan baru, namun di sisi lain tak sedikit yang menangis, takut berpisah dengan orang tua, atau enggan masuk ke dalam kelas.
Kondisi tersebut merupakan hal yang normal, terutama bagi anak yang baru pertama kali mengenyam pendidikan di sekolah. Dengan pendampingan yang tepat, orang tua dapat membantu anak melewati masa adaptasi sehingga lebih percaya diri dan nyaman mengikuti kegiatan belajar.
Mengapa anak menangis di hari pertama sekolah?
Bagi anak, sekolah adalah lingkungan yang benar-benar baru. Mereka harus berpisah dengan orang tua selama beberapa jam, bertemu guru yang belum dikenal, serta berinteraksi dengan teman-teman baru. Situasi ini dapat memicu rasa cemas, takut, hingga bingung.
Tak hanya anak, orang tua pun sering kali merasakan kekhawatiran yang sama. Tanpa disadari, kecemasan tersebut bisa ditangkap oleh anak sehingga membuat proses perpisahan menjadi lebih sulit. Karena itu, orang tua disarankan tetap tenang dan menunjukkan sikap positif agar anak merasa sekolah merupakan tempat yang aman dan menyenangkan.
Cara membantu anak lebih siap ke sekolah
- Ajak mengenal lingkungan sekolah
Bila memungkinkan, kunjungi sekolah beberapa hari sebelum tahun ajaran dimulai. Perlihatkan ruang kelas, halaman bermain, kantin, hingga toilet agar anak lebih akrab dengan lingkungan barunya. Kesempatan bertemu guru juga dapat membuat anak merasa lebih nyaman saat hari pertama tiba.
- Ceritakan aktivitas yang akan dilakukan
Bangun antusiasme anak dengan menceritakan kegiatan menyenangkan yang akan mereka lakukan di sekolah, seperti bermain, menggambar, bernyanyi, membaca cerita, atau bertemu teman baru. Hindari menggambarkan sekolah sebagai tempat yang menakutkan atau penuh hukuman.
- Dengarkan perasaan anak
Luangkan waktu untuk mengajak anak berbicara mengenai apa yang mereka rasakan. Dengarkan jika mereka mengungkapkan rasa takut atau khawatir, lalu berikan dukungan dan keyakinan bahwa perasaan tersebut adalah hal yang wajar.
- Bacakan buku bertema sekolah
Membaca buku atau cerita tentang pengalaman tokoh yang menjalani hari pertama sekolah dapat membantu anak memahami bahwa banyak anak mengalami hal serupa. Cara ini juga dapat memberikan gambaran positif tentang kehidupan di sekolah.
Persiapan sebelum hari pertama sekolah
Beberapa langkah sederhana dapat membantu anak menjalani transisi dengan lebih mudah, di antaranya:
- Membiasakan jam tidur dan bangun sesuai jadwal sekolah beberapa hari sebelumnya.
- Menyiapkan seragam, tas, dan perlengkapan sekolah pada malam hari agar pagi tidak terburu-buru.
- Jika diperbolehkan sekolah, anak bisa membawa benda favorit berukuran kecil, seperti boneka mungil atau saputangan kesayangan, untuk memberikan rasa nyaman.
Saat mengantar anak, buat perpisahan singkat
Ketika tiba di sekolah, berikan pelukan, ciuman, dan kata-kata penyemangat, kemudian berpamitan dengan singkat. Hindari berlama-lama karena justru dapat membuat anak semakin sulit berpisah.
Pastikan juga orang tua menepati janji untuk menjemput anak sesuai waktu yang telah disepakati. Hal ini akan membantu membangun rasa aman dan kepercayaan anak.
Perlu diingat, masa adaptasi tidak hanya dialami anak, tetapi juga orang tua. Meski melihat anak menangis bisa membuat khawatir, sebagian besar anak akan mulai merasa nyaman setelah beberapa hari mengikuti kegiatan di sekolah. Dengan kesabaran, dukungan, dan komunikasi yang baik, pengalaman hari pertama sekolah dapat menjadi awal yang menyenangkan bagi perjalanan belajar mereka.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































