Menteri Lingkukan Hidup Panggil Delapan Korporasi Diduga Terlibat Bencana di Sumatra

menteri
Kementerian Lingkungan Hidup bersiap memanggil delapan perusahaan yang terindikasi berperan dalam bencana banjir dan longsor di Sumatra, menyusul temuan dari kajian citra satelit. ( foto/ idntimes.com )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan akan memanggil pimpinan delapan perusahaan yang diduga kuat berkontribusi terhadap bencana banjir dan longsor di Sumatra. Pemanggilan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025.

Langkah ini diambil setelah Kementerian Lingkungan Hidup melakukan kajian citra satelit yang menunjukkan adanya indikasi keterlibatan sejumlah korporasi. Hal tersebut disampaikan Hanif dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2024).

Menurut Hanif, pertemuan ini dimaksudkan untuk meminta penjelasan langsung dari pimpinan perusahaan terkait dugaan kontribusi terhadap munculnya log-log yang memperparah banjir bandang.

Advertisement
Baca Juga :  Prabowo Siapkan Satgas Rehabilitasi, Ribuan Rumah Akan Dibangun untuk Korban Bencana di Sumatra

“Mulai Senin seluruh pimpinan perusahaan yang diindikasikan berdasarkan kajian citra satelit berkontribusi menghadirkan log-log pada banjir tersebut, kami undang untuk memberikan penjelasan kepada Deputi Gakkum,” ujar Hanif.

Selain pemanggilan, Kementerian LH juga akan menurunkan tim ke lapangan pada Kamis, 4 Desember 2025. Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan data tambahan sebagai bahan penegakan hukum terkait dugaan illegal logging di balik bencana tersebut.

Baca Juga :  Nainggolan Sampaikan Simpati untuk Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Hanif menegaskan pihaknya telah mengevaluasi persetujuan lingkungan semua unit usaha di kawasan Batang Toru, termasuk kapasitas lingkungan yang dimiliki wilayah tersebut.

“Kami akan melakukan kunjungan lapangan untuk tindakan pertama pada Kamis besok,” kata Hanif.

Seperti diketahui, bencana banjir dan longsor di Sumatra mulai terjadi sejak 25 November 2025 setelah hujan deras mengguyur tanpa henti. Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution kemudian menetapkan status darurat pada 27 November 2025. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel