Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan, Tim SAR Masih Sisir Korban Hilang

KMP Tunu Pratama Jaya
Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan, Tim SAR Masih Sisir Korban Hilang (foto: istimewa)
TIMETODAY.ID — Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali akhirnya menemukan titik terang. Setelah sepuluh hari melakukan operasi pencarian tanpa henti, tim SAR gabungan berhasil menemukan bangkai kapal tersebut pada Minggu (13/7/2025), sekitar 3,9 kilometer dari titik awal tenggelamnya kapal.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membenarkan kabar penemuan tersebut. “Saya telah mendapat informasi bahwa KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan dalam posisi terbalik,” ujar Dudy dalam keterangannya mengutip dari inews.id pada Senin (14/7).
Dudy juga mengapresiasi kerja keras tim SAR yang selama ini berjibaku di tengah tantangan arus laut Selat Bali yang terkenal deras.
“Saya mengapresiasi kinerja tim SAR gabungan selama 10 hari ini yang begitu gigih mencari posisi kapal serta para korban yang belum ditemukan,” tuturnya.
Meski bangkai kapal sudah ditemukan, proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan. Tim SAR akan menerapkan prosedur ketat saat mengangkat kapal demi menjamin keselamatan para penyelam.
“Proses pengangkatan kapal akan dilakukan dengan SOP ketat untuk memastikan aspek keselamatan dari tim. Harapannya proses pengangkatan kapal bisa berjalan lancar sehingga dapat membantu investigasi lebih lanjut,” jelas Dudy.
Tragedi di Tengah Arus Deras
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu, 2 Juli 2025, dengan mengangkut 53 penumpang, 12 awak kapal, dan 22 unit kendaraan. Hingga Sabtu (12/7) malam, Posko Operasi SAR di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, melaporkan 30 orang selamat, 18 korban ditemukan meninggal dunia—tiga di antaranya masih dalam proses identifikasi—dan 17 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Operasi SAR diperpanjang hingga 14 Juli dengan dukungan kapal milik TNI AL, KRI Spica 934, yang dibantu tim ahli dari Pushidrosal. Mereka melakukan pemindaian dasar laut dengan peralatan canggih seperti Magnetometer, Multibeam Echosounder, dan Side Scan Sonar. Selain itu, KRI Pulau Fanildo 732 bersama KAL Sembulungan menurunkan tim penyelam dengan bantuan ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk menjangkau area bangkai kapal.
Hingga saat ini, harapan keluarga korban masih tertuju pada kabar baik dari laut Banyuwangi. Tangis haru pun pecah setiap jenazah berhasil dipulangkan ke rumah duka. Sementara itu, Tim SAR terus bekerja melawan arus deras dan waktu demi menemukan para korban yang belum kembali ke darat.***

 Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Pedri Terluka di El Clasico, Bidik Empat Trofi Bersama Barcelona

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel