TIMETODAY.ID — Membayangkan langit dipenuhi lalat mungkin terdengar seperti adegan film horor. Tapi bagi industri peternakan Amerika Serikat, hujan lalat justru jadi harapan terakhir melawan serangan parasit pemakan daging yang tengah mengancam wilayah perbatasan barat daya negara itu.
Dilansir dari CNN, pemerintah AS lewat Departemen Pertanian berencana membangun ‘pabrik lalat’ di kawasan dekat perbatasan Texas-Meksiko. Lokasi persisnya memang belum dipastikan, namun fasilitas ini ditujukan untuk membiakkan lalat dalam jumlah masif yang nantinya akan disebar dari udara.
Bukan tanpa alasan, rencana unik ini muncul akibat merebaknya wabah New World screwworm, sejenis larva parasit yang rakus memakan jaringan hidup hewan ternak. Wabah screwworm ini mulai terdeteksi di Amerika Tengah sejak awal 2023, padahal kawasan tersebut sempat dinyatakan bebas screwworm selama dua dekade terakhir.
Kekhawatiran semakin besar ketika parasit ini menembus Meksiko pada November lalu. Sejumlah titik pemeriksaan ternak di perbatasan pun sempat ditutup demi mencegah penyebaran lebih luas.
Bagaimana Parasit Ini Bekerja?
Profesor Phillip Kaufman, ahli entomologi dari Texas A&M University, menjelaskan betapa mematikan screwworm bagi hewan ternak. “Setelah kawin, screwworm betina akan hinggap di luka terbuka inang, lalu bertelur hingga 200-300 butir,” ungkapnya.
Telur ini menetas dalam waktu kurang dari sehari dan larva pun mulai menggerogoti daging hewan, menciptakan luka terbuka yang membesar dan bisa berakibat fatal. Tak hanya hewan ternak, dalam kasus langka, manusia pun bisa terinfeksi.
Strategi ‘Lalat Lawan Lalat’
Alih-alih menggunakan pestisida atau obat kimia, AS memilih strategi yang cukup unik: menebar lalat steril dalam jumlah besar. Nantinya, pupa lalat jantan akan disinari sinar gamma berkekuatan tinggi yang merusak DNA sehingga lalat dewasa menjadi mandul.
Lalat steril ini kemudian dilepas ke alam untuk ‘mengawini’ lalat betina liar. Karena pejantan tidak subur, telur yang dihasilkan betina pun tidak menetas. Dalam beberapa siklus, populasi screwworm diprediksi akan menurun drastis, tergantung seberapa luas dan parah wabah yang terjadi.
Saat ini, satu-satunya pusat produksi lalat steril berada di Panama. Namun, untuk memperlambat laju wabah, ratusan juta lalat tambahan masih dibutuhkan. Karena itulah, AS berencana mendirikan fasilitas baru di wilayah perbatasan.
Dengan strategi ‘melawan lalat dengan lalat’, para ahli berharap industri peternakan AS bisa terhindar dari kerugian besar akibat parasit ganas ini. Meski terkesan aneh, cara ini terbukti ampuh di masa lalu untuk menekan populasi serangga perusak.
Jadi, jika suatu hari mendengar ada ‘hujan lalat’ di langit perbatasan AS, itu bukan bencana, melainkan bagian dari strategi penyelamatan jutaan hewan ternak dari serangan ulat pemakan daging.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































