Musibah di Rinjani: Pendaki Remaja Gagal Diselamatkan Setelah Terpeleset

Rinjani
Tim SAR mengevakuasi seorang pendaki remaja yang meninggal setelah terjatuh di Gunung Rinjani, Lombok Tengah, NTB. Foto: Tim SAR

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pendakian menuju Gunung Rinjani berubah menjadi duka bagi sekelompok remaja asal Lombok Tengah. Seorang pendaki bernama Ilmi Cahyani (17) ditemukan tewas setelah terjatuh di jalur Aik Berik, kawasan Bukit Kondo. Perjalanan yang mereka mulai sejak Minggu pagi itu berakhir dengan proses evakuasi dramatis di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

Ilmi, warga Dusun Lengkok Kudung, Desa Steling, Batukliang Utara, mendaki bersama delapan temannya. Mereka memilih jalur Steling, jalur pendakian yang cukup populer karena pemandangannya yang indah, namun juga dikenal memiliki beberapa titik terjal.

Musibah terjadi pada Senin pagi. Saat rombongan melewati Bukit Kondo, Ilmi diduga terpeleset dan jatuh ke area yang sulit dijangkau. Rekan-rekannya bersama warga sekitar sempat melakukan upaya penyelamatan mandiri, tetapi medan yang curam membuat pertolongan tidak memungkinkan dilakukan tanpa bantuan profesional.

Advertisement
Baca Juga :  Pendaki Asal Tangsel Ditemukan Meninggal di Puncak Gunung Munara Bogor

Laporan resmi baru diterima oleh Kantor SAR Mataram pada Rabu pagi. Tim rescue segera bergerak menuju lokasi, namun perjalanan menuju titik jatuhnya korban tidak mudah. Jalur licin, tebing curam, serta cuaca yang berubah-ubah membuat proses evakuasi berlangsung lambat.

“Kami mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Koordinator Lapangan Tim Rescue Kantor SAR Mataram, I Gde Eka Suarjana, Rabu (10/12/2025) malam.

Tim SAR harus menurunkan korban melalui jalur yang sempit dan menantang. Butuh tenaga ekstra dan kehati-hatian agar proses evakuasi tidak memicu kecelakaan tambahan. Setelah berjam-jam berjibaku di medan sulit, jenazah Ilmi akhirnya berhasil dibawa turun pada malam harinya.

Baca Juga :  Detik-Detik Sapi Kurban di Bogor Masuk Toko Kamera, Panitia Kewalahan

Setelah proses identifikasi dan penyerahan resmi, jasad korban disampaikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Bagi keluarga dan rekan-rekannya, kehilangan ini menjadi pengingat betapa kerasnya medan pendakian Rinjani yang sering kali tampak ramah bagi para pendaki muda.

Musibah Ilmi menambah panjang daftar insiden di gunung-gunung Indonesia jelang akhir tahun, ketika cuaca tak menentu sering kali memperbesar risiko kecelakaan di alam bebas.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel