TIMETODAY.ID, JAKARTA — Polyester sudah jadi bahan andalan di dunia mode dari kaus olahraga, seragam sekolah, hingga seprai di rumah. Harganya terjangkau, bahannya awet, dan nggak gampang kusut. Tapi, di balik kepraktisannya, muncul pertanyaan besar: apakah bahan polyester sebenarnya berbahaya?
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Banyak orang menilai bahan yang berasal dari proses kimia ini bisa berdampak buruk bagi tubuh maupun lingkungan. Yuk, kita bahas satu per satu faktanya!
- Benarkah Polyester Berbahaya?
Polyester memang terbuat dari bahan kimia, tepatnya polyethylene terephthalate (PET) jenis plastik yang juga digunakan dalam botol air mineral.
Karena itulah, sebagian orang menganggapnya “tidak alami” dan bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.
Namun, hingga kini World Health Organization (WHO) belum mengeluarkan pernyataan resmi bahwa polyester berbahaya bagi manusia.
Artinya, selama digunakan dengan benar dan tidak menimbulkan reaksi alergi, bahan ini masih tergolong aman dipakai sehari-hari.
- Kenapa Ada yang Menganggap Polyester Berbahaya?
Keluhan paling umum datang dari mereka yang merasa gerah atau gatal saat mengenakan pakaian berbahan polyester.
Bahan ini memang kurang menyerap keringat, sehingga kulit bisa terasa lembap dan panas. Kondisi ini bisa memicu tumbuhnya bakteri atau menimbulkan iritasi pada kulit sensitif.
Selain itu, proses pembuatannya juga dinilai kurang ramah lingkungan karena melibatkan bahan kimia dan konsumsi energi yang tinggi.
- Bagaimana Polyester Dibuat?
Proses pembuatan polyester cukup kompleks. Bahan dasarnya, PET, diolah dari minyak bumi melalui reaksi kimia yang menghasilkan serat kuat, ringan, dan elastis.
Karakter inilah yang membuat polyester lebih tahan lama, cepat kering, dan tidak mudah kusut dibanding bahan alami seperti katun atau linen.
Tak heran, bahan ini jadi favorit di industri tekstil karena biayanya murah dan produksinya efisien. Tapi, di sisi lain, dampaknya terhadap lingkungan cukup besar.
- Risiko Bagi Kulit
Polyester yang tidak menyerap keringat bisa membuat kulit terasa panas dan lembap. Jika dipakai terlalu lama, kondisi ini dapat menyebabkan:
- Biang keringat
- Gatal atau iritasi
- Pori-pori tersumbat
Beberapa penelitian juga menyebut paparan jangka panjang terhadap bahan kimia dalam polyester berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon atau sistem imun. Namun, bukti ilmiahnya masih terbatas dan perlu riset lanjutan.
- Dampak Lingkungan: Emisi dan Mikroplastik
Industri polyester adalah salah satu penyumbang besar emisi karbon global. Proses produksinya menghasilkan lebih dari 700 juta ton karbon dioksida setiap tahun — angka yang ikut memperparah pemanasan global.
Masalah lain datang dari mikroplastik. Setiap kali kamu mencuci baju polyester, serat halusnya bisa lepas dan masuk ke saluran air.
Serat-serat kecil ini akhirnya berakhir di laut, termakan ikan, dan berpotensi masuk ke rantai makanan manusia.
- Jadi, Boleh Nggak Sih Pakai Polyester?
Jawabannya: boleh, asal bijak.
Polyester memang punya banyak keunggulan tahan lama, mudah dicuci, dan cepat kering. Tapi kalau kamu punya kulit sensitif, sebaiknya pilih bahan campuran seperti poly-cotton (gabungan polyester dan katun) agar lebih nyaman di kulit.
Selain itu, kamu bisa ikut berkontribusi menjaga lingkungan dengan:
- Mengurangi pembelian pakaian baru berbahan sintetis
- Mencuci pakaian polyester lebih jarang atau gunakan laundry bag penangkap mikroplastik
- Memilih produk daur ulang (recycled polyester)
Kesimpulan
Polyester bukan bahan berbahaya secara langsung, tapi punya dampak jangka panjang pada kesehatan kulit dan lingkungan.
Kuncinya adalah penggunaan yang cerdas pilih bahan sesuai kebutuhan, rawat pakaian dengan benar, dan pertimbangkan dampaknya pada bumi. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : popbela.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































