TIMETODAY.ID, JAKARTA — Udara Jeddah yang hangat menjelang tengah malam seolah menyimpan ketegangan tersendiri bagi skuad Garuda. Di stadion megah King Abdullah Sports City, langkah Indonesia malam ini akan menentukan segalanya—antara melanjutkan mimpi menuju Piala Dunia 2026 atau pulang dengan kepala tertunduk.
Tepat pukul 02.30 WIB, duel Irak vs Indonesia akan dimulai. Laga ini disiarkan di berbagai saluran, mulai dari RCTI, RCTI+, GTV, K-Vision, Sportstars2, hingga Vision+.
Tapi bagi para pemain, ini bukan sekadar pertandingan yang bisa ditonton ulang—ini soal nasib, tentang membuktikan bahwa Garuda masih punya sayap untuk terbang lebih tinggi.
Beberapa hari lalu, 8 Oktober 2025, Indonesia harus menelan pil pahit setelah kalah 2–3 dari Arab Saudi di stadion yang sama. Kekalahan itu membuat langkah pasukan Patrick Kluivert kian berat. Kini, satu-satunya jalan adalah menang—tak peduli bagaimana caranya.
“Kami datang untuk menciptakan sejarah, bukan sekadar bertanding,” ujar Kluivert dalam sesi konferensi pers menjelang laga, ketika ditanya soal strategi menghadapi Irak.
Bagi Kluivert dan anak asuhnya, laga ini benar-benar hidup mati. Kemenangan menjadi syarat mutlak untuk menjaga asa lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Tiga poin juga akan membuka peluang menuju ronde kelima, jika hasil pertandingan lain berpihak.
Namun, Indonesia datang sebagai tim non-unggulan. Kemenangan terakhir atas Irak sudah lebih dari setengah abad silam—sebuah catatan yang lebih mirip sejarah ketimbang statistik.
Tapi, Maarten Paes dkk tahu bahwa malam di Jeddah bisa menjadi babak baru dalam sejarah sepak bola Indonesia, jika mereka mampu menaklukkan semua kemungkinan.
Skenario di klasemen cukup rumit. Indonesia bisa lolos langsung jika mampu menang dengan selisih dua gol atas Irak, sementara Irak hanya menang satu gol atas Arab Saudi pada laga 14 Oktober mendatang. J
ika itu terjadi, Garuda akan menjadi juara grup, unggul selisih gol dari dua raksasa Timur Tengah tersebut.
Namun, bila hanya menang selisih satu gol, nasib Garuda bergantung pada hasil pertandingan Arab Saudi vs Irak. Jika Irak menang, selisih gol akan jadi penentu; tapi jika Saudi menang, maka mereka yang otomatis lolos ke Piala Dunia, sementara Indonesia harus berjuang di ronde kelima.
Skenario lainnya: jika laga nanti malam berakhir imbang, Indonesia hanya bisa berharap Irak kalah dua gol dari Saudi agar tetap punya peluang lolos ke ronde berikutnya.
Namun jika kalah dari Irak, semua mimpi akan buyar—dan perjalanan menuju Piala Dunia 2026 berakhir di Jeddah.
Di balik rumitnya hitung-hitungan itu, satu hal pasti: Garuda harus bermain tanpa beban, tapi penuh keyakinan.
Sejarah telah lama menunggu momen seperti ini—malam ketika Indonesia membuktikan bahwa mereka bukan lagi penggembira di Asia, melainkan penantang yang pantas diperhitungkan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































