TIMETODAY.ID, BOGOR – 109 SD (Sekolah Dasar) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat resmi dimerger sehingga kini hanya tersisa 53 sekolah. Kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor ini menyasar sekolah dengan jumlah siswa sedikit atau yang berlokasi berdekatan, dan sempat tertunda pelaksanaannya selama beberapa tahun.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kabupaten Bogor, Susilawati mengatakan, rencana merger sebenarnya sudah dibahas sejak beberapa tahun lalu, bahkan sempat direncanakan tiga tahun silam. Namun pelaksanaannya baru terealisasi tahun ini setelah persoalan administrasi, terutama terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan status kepegawaian guru, dapat diselesaikan.
“Ini sebenarnya sudah tertunda dari tahun lalu. Bahkan tiga tahun lalu pernah direncanakan, tapi belum jadi, karena ketika di-merger, dana BOS dan siapa yang menggaji gurunya jadi masalah, sebab sekolahnya ibarat sudah tidak ada lagi,” ungkap Susilawati, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, penggabungan dilakukan untuk membuat kebutuhan tenaga pendidik dan fasilitas sekolah lebih efisien. Guru yang jumlahnya berlebih di satu sekolah dapat dipindahkan ke sekolah lain yang kekurangan tenaga pengajar, sementara fasilitas yang sebelumnya terpisah antarsekolah kini bisa digunakan bersama.
“Ketika digabungkan, gurunya jadi lebih irit. Penggunaan fasilitas juga bisa bareng-bareng, yang kurang nanti kita oper ke sekolah lain yang butuh. Kadang-kadang kan satu sekolah punya perpustakaan, belum tentu boleh dipakai SD yang di sebelahnya. Termasuk juga kepala sekolah, dua jadi satu. Itu kan jadi lebih efisien,” tutur Susilawati.
Meski proses penggabungan sempat terganjal berbagai persoalan teknis, Susilawati memastikan pihaknya tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing sekolah agar tidak merugikan siswa maupun tenaga pendidik.
Ia berharap, sekolah hasil merger dapat lebih tertata, suasana belajar menjadi lebih kondusif, dan tidak lagi muncul persoalan antarsekolah yang berada dalam satu kawasan.
“Harapannya lebih kondusif. Ketika jadi satu, program sekolah bisa lebih selaras dan tidak ada lagi gesekan antarsekolah,” tutup Susilawati.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































