DKP Kabupaten Bogor Sebut Program MBG Picu Kenaikan Harga Ayam Potong

Harga ayam potong
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya. Foto: Amelia Azizah/timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGORHarga ayam potong di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor menyebut meningkatnya kebutuhan daging akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pemicu utama.

Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa bertambahnya dapur MBG yang setiap hari membutuhkan pasokan ayam dalam jumlah besar membuat ketersediaan di pasar tradisional terbatas.

“Karena banyaknya dapur MBG di Kabupaten Bogor, kebutuhan ayam untuk memasok makanan bagi siswa penerima manfaat meningkat. Akibatnya, pasokan di pasar berkurang,” kata Teuku, Senin (15/9/2025).

Advertisement

Menurutnya, pola distribusi ayam yang terserap ke dapur MBG menyebabkan suplai di pasar tradisional menipis sehingga harga merangkak naik.

Baca Juga :  Diresmikan, Bupati Bogor Rudy Susmanto Apresiasi Dapur SPPG dan Sentra Edukasi Gizi Lanud ATS Wujud Nyata Sinergi Bangun Generasi Sehat

“Ini analisis sementara. Daging ayam di pasar sulit ditemukan, sehingga harga naik,” ujarnya.

Teuku menambahkan, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret, seperti operasi pasar dan menjalin kerja sama dengan pemasok dari luar daerah.

“Pemerintah sebaiknya melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga. Selain itu, DKP akan melihat kelangkaan lebih detail dan mendorong kerja sama dengan daerah lain, misalnya Pasar Induk Kramat Jati, agar bisa memasok ayam ke Kabupaten Bogor,” terangnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pengendalian harga merupakan kewenangan Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin).

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Pengendara Ojol di Leuwiliang Terancam Hukuman Mati

“Terkait harga, itu kewenangan Disdagin. Mereka yang akan bekerja sama dengan TNI-Polri untuk melakukan operasi pasar dalam rangka menekan inflasi,” jelasnya.

Teuku menegaskan, kenaikan harga ayam bukan disebabkan oleh faktor pakan, melainkan tingginya kebutuhan yang terserap untuk program MBG sehingga pasokan di pasar menjadi langka. Kelangkaan inilah yang menurutnya memicu harga naik.

Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika Kabupaten Bogor justru mengalami surplus stok ayam. Namun kini, dengan semakin banyaknya dapur MBG yang beroperasi, permintaan ayam meningkat drastis.

“Bayangkan satu dapur melayani 3.000 sampai 4.000 siswa. Jika ada 100 dapur saja, berarti sekitar 4 juta kebutuhan,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel